Dunia Masuk ke Era “Anti Murah”, Investor Mulai Buru Sektor Tahan Krisis
- 16 Mei 2026 08:04 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Ekonomi global mulai meninggalkan era produksi murah dan rantai pasok super efisien; lebih mengutamakan keamanan, ketahanan, dan kesinambungan pasokan. Perubahan itu memunculkan tren baru bernama “resource nationalism” atau nasionalisme sumber daya. Negara-negara mulai membatasi ekspor bahan penting dan memperkuat produksi domestik.
Dari laman Morgan Stanley disebutkan perubahan ini membuka peluang investasi baru. Fokus utama kini bergeser menuju infrastruktur strategis dan energi berkelanjutan.
Konflik geopolitik turut mempercepat perubahan ekonomi global tersebut. Perang Ukraina dan ketegangan Timur Tengah memicu gangguan energi serta logistik internasional.
Gangguan pengiriman di Selat Hormuz juga meningkatkan kekhawatiran pasar global. Jalur itu menjadi titik penting distribusi energi dunia.
Pandemi sebelumnya memperlihatkan lemahnya sistem “just-in-time” yang mengandalkan efisiensi ekstrem. Banyak perusahaan kini memilih strategi “just-in-case” dengan cadangan pasokan lebih besar.
Beberapa negara juga mulai memperlakukan rantai pasok sebagai aset strategis nasional. Pembatasan ekspor bahan mentah kritis meningkat tajam sejak 2009 hingga 2023.
Mineral penting seperti lithium, nikel, dan kobalt kini menjadi perhatian utama industri global. Namun, tantangan terbesar justru berada pada proses pengolahan mineral tersebut.
Badan Energi Internasional menyebut China mendominasi pemurnian 19 dari 20 mineral energi dunia. Pangsa pasar pemurnian China rata-rata mencapai sekitar 70 persen.
Ledakan teknologi kecerdasan buatan atau AI memperbesar kebutuhan energi dan infrastruktur digital. Permintaan listrik pusat data Amerika Serikat diperkirakan melonjak dua kali lipat pada 2030.
Kondisi itu membuat investasi mulai mengalir ke sektor listrik, semikonduktor, dan infrastruktur energi. Bahkan Pemerintah Amerika Serikat juga menawarkan subsidi serta insentif pajak bagi industri strategis.
Morgan Stanley melihat peluang besar pada sektor jaringan listrik, energi aman, mineral kritis, otomatisasi industri, dan pertahanan. Perusahaan komunikasi aman serta teknologi efisiensi juga diperkirakan ikut diuntungkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....