Ternyata Pengangguran Itu Bukan Sekadar Orang yang Tidak Bekerja!
- 31 Jul 2025 04:36 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep: Selama ini, banyak dari kita memahami pengangguran sebagai kondisi seseorang yang tidak memiliki pekerjaan. Namun, jika merujuk pada penjelasan Badan Pusat Statistik (BPS), ternyata makna pengangguran jauh lebih kompleks dari sekadar “tidak bekerja”. Bahkan, seseorang yang sedang bekerja pun bisa dikategorikan sebagai penganggur dalam kondisi tertentu.
Pengangguran bukan hanya tentang ketiadaan pekerjaan, tetapi juga menyangkut kualitas dan keberlanjutan kerja yang dijalani seseorang.
Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS), terdapat tiga jenis utama pengangguran yang perlu diketahui:
1. Pengangguran Terbuka
Kategori ini merujuk pada individu yang sama sekali tidak memiliki pekerjaan, sedang mencari pekerjaan, atau sedang mempersiapkan diri untuk membuka usaha.
2. Setengah Pengangguran
Ini adalah kondisi di mana seseorang bekerja, tetapi jumlah jam kerjanya jauh di bawah standar, misalnya kurang dari 35 jam per minggu. Atau, mereka bekerja secara tidak penuh dan tidak memiliki pekerjaan tetap.
3. Pengangguran Terselubung
Seseorang yang secara teknis bekerja, tetapi pekerjaannya tidak sesuai dengan keterampilan atau pendidikannya, dan produktivitasnya tergolong rendah. Contohnya, seorang lulusan perguruan tinggi yang bekerja pada bidang nonformal dengan beban kerja yang tidak menantang.
Pemahaman yang lebih luas tentang jenis-jenis pengangguran ini sangat penting dalam merancang kebijakan ketenagakerjaan yang tepat sasaran. Jika pengangguran hanya dilihat dari sisi “tidak punya pekerjaan”, maka potensi permasalahan yang lebih mendalam—seperti rendahnya produktivitas atau ketidaksesuaian pekerjaan—akan luput dari perhatian.
Kita perlu mengubah sudut pandang tentang pengangguran. Tidak semua orang yang bekerja berada dalam kondisi kerja yang ideal. Ada banyak individu yang masih berada dalam situasi rentan: jam kerja minim, penghasilan tak mencukupi, atau pekerjaan yang tidak sesuai kompetensi.
Maka dari itu, memahami berbagai jenis pengangguran bukan hanya penting bagi pengambil kebijakan, tetapi juga bagi masyarakat luas agar bisa lebih bijak dalam menilai realitas dunia kerja saat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....