Si Wangi Malam Hari yang Punya Nilai Ekonomis

  • 18 Jul 2025 09:45 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Bunga sedap malam (Polianthes Tuberosa) merupakan salah satu bunga yang sangat dikenal di Indonesia karena aroma harumnya yang kuat dan khas, terutama saat malam hari. Di balik keharumannya yang memikat, bunga ini menyimpan sejumlah fakta menarik dari sisi botani, budaya, hingga simbolisme.

Sedap malam berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah. Tanaman ini dibawa ke Asia oleh para pedagang dan penjajah, kemudian dibudidayakan secara luas di Indonesia karena adaptasinya yang baik terhadap iklim tropis.

Deddy, pedagang bunga sedap malam asal Pamekasan yang mangkal di depan Ruko Adipoday Sumenep, menceritakan sepekan ini berjualan di Sumenep, hingga Sabtu (19/7/2025) besok. Ia menyampaikan dalam tiga hari ia sudah berhasil menjual 800 batang bunga sedap malam.

“Harga bunga sedap malam yang saya jual Rp 20.000 per ikat isi 5 batang, sedangkan yang ukuran besar saya jual batangan seharga Rp 5.000," kata Deddy kepada RRI, Jumat (18/7/2025). "Alhamdulillah masyarakat Sumenep banyak yang minat, saya sediakan juga bunga mawar meski jumlah persediaannya tidak sebanyak bunga sedap malam."

Selain keindahan dan harumnya, sedap malam memiliki nilai ekonomi tinggi. Banyak petani di Jawa Tengah dan Jawa Timur membudidayakannya untuk dijual ke pasar bunga, hotel dan industri parfum. Bahkan, minyak atsiri dari sedap malam termasuk bahan langka yang mahal dalam dunia parfum kelas atas.

Sedap malam tergolong sebagai bunga nokturnal, yaitu mekar pada sore hingga malam hari. Mekarnya berlangsung selama beberapa hari dan biasanya terjadi pada malam hari, yang menjelaskan mengapa aroma harumnya baru terasa kuat setelah senja. Dalam kondisi suhu ruang dan air yang cukup, bunga ini bisa bertahan hingga 5–7 hari setelah dipotong. Ketahanan ini menjadikannya pilihan utama untuk dekorasi dan karangan bunga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....