Jelang Lebaran Harga Daging Sapi Naik

  • 26 Mar 2025 06:11 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah, harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mulai merangkak naik.

Pantauan di Pasar Tradisional Anom, Kecamatan Kota Sumenep, harga daging sapi dengan kualitas bagus kini mencapai Rp 140.000 ribu rupiah perkilogram dari harga sebelumnya yang hanya Rp 130.000 ribu rupiah perkilogram.

"Sekarang kenaikannya sampai Rp.10.000 ribu rupiah," kata Ruhaniyah, salah seorang penjual daging sapi di Pasar Tradisional Anom Sumenep, Selasa (25/3/2025).

Menurut Ruhaniyah, kenaikan harga ini terjadi karena menjelang Hari Raya Idul Fitri dan telah berlangsung sejak sepekan terakhir.

Meski terjadi kenaikan harga, pembeli masih ramai dan stok daging masih mencukupi.

"Harganya yang naik, kalau stok (daging) dan pembeli masih aman," tambah dia.

Seorang pembeli, Siti Hajar, mengaku terpaksa mengurangi pembelian daging sapi karena harganya naik drastis hingga Rp 10.000 ribu rupiah perkilogram.

"Iya memang harus mengurangi (pembelian daging) Mas," ujar Siti Hajar saat ditemui usai membeli daging.

Menjelang Idul Fitri, Siti Hajar berharap pemerintah memberikan subsidi untuk menekan kenaikan harga daging sapi di pasaran yang terus melambung.

Siti Hajar juga meminta agar pemerintah menggelar pasar murah untuk meringankan kebutuhan masyarakat yang juga terus meningkat setiap harinya.

Khusus pasar murah, lanjut Siti Hajar, pemerintah bisa menggelarnya khusus daging sapi. Namun bisa juga pasar murah untuk memenuhi kebutuhan warga menjelang lebaran seperti tepung, gula dan telur, yang menurutnya kini harganya juga mulai merangkak naik.

"Atau pemerintah menggelar pasar murah, sehingga orang-orang kalangan bawah bisa menikmati sembako murah," pinta dia.

"Pasar murah khusus daging, bisa jadi pasar murah untuk kebutuhan lain, khusus kue-kue itu, karena kalau hari raya kan identik dengan harga naik drastis seperti tepung, gula, telur, dan lainnya," terang dia.

Pemerintah diharapkan tidak hanya melihat masyarakat yang secara ekonomi menengah ke atas. Sebab keluhan terkait kenaikan harga sering dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat bawah.

"Jangan hanya tingkat atas yang bisa menikmati produk produk murah," tutup dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....