Budidaya Selada Hidroponik, Perawatan Mudah Hasil Melimpah

  • 15 Jan 2025 17:57 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Selada merupakan tanaman sayur yang sering ditanam secara hidroponik. Selain banyak disukai karena rasanya yang enak dan renyah, selada juga prospek bisnisnya bagus. Budidaya selada hidroponik ini, perawatannya juga relatif mudah, dan bisa menghasilkan cuan yang melimpah. Hal inilah yang membuat banyak orang tertarik untuk menanam sayuran ini.

Abdi Karso Taruno salah satunya, pemuda asal desa Kasengan Kecamatan Manding Kabupaten Sumenep yang juga menjadi karyawan swasta di salah satu toko otomotif ini. Ia tertarik membudidayakan selada dengan cara hidroponik yang diberi nama Green House ‘Sayur Emas Desa Kasengan’, di sela kesibukannya. Ia menceritakan alasannya melakukan ini karena kebetulan ada lahan kosong di depan dan samping rumahnya.

“Karena memang proses penanamannya relatif mudah, tidak lama setelah saya belajar pada teman yang memulai budidaya ini lebih dulu. Saya tertarik untuk mencoba, alat dan bahannya juga mudah di dapat. Tinggal pesan online banyak yang menyediakan dan harganya juga terjangkau. Sekali terjun bisnis ini saya langsung buat green house di lahan kosong dekat rumah saya,” tutur Abdi sambil memperlihatkan tanaman hidroponiknya yang sudah siap panen kepada RRI, Rabu (15/1/2025).

Menurutnya, memulai budidaya selada hidroponik perlu memilih benih yang tepat agar mendapatkan hasil yang bagus. Pastikan membeli benih yang berasal dari varietas unggul dan memiliki daya kecambah tinggi. Benih selada yang sehat akan tumbuh menjadi bibit atau tanaman muda yang berkualitas. Ini yang dilakukan Abdi saat awal memulai bisnis. Meski dengan harga bibit yang relatif mahal, tapi hasilnya memuaskan. Apalagi, selanjutnya ia tidak perlu membeli bibit lagi karena mampu membibit sendiri dari hasil selada yang memang khusus untuk pembibitan.

“Penyemaian benih selada memerlukan waktu kurang lebih 25 hari, dan bisa dipanen 20 hari setelahnya. Jadi dalam jangka waktu 45 hari saya sudah bisa panen selada. Perawatannya relatif mudah, karena saya kan juga sambil bekerja, jadi cukup jaga kondisi nutrisi agar selalu tersedia untuk menunjang pertumbuhan dan produktivitas tanaman, biasanya saya pakai vitamin air. Pastikan sirkulasi airnya mengalir lancar dan akar selada menyentuh air tersebut,” tuturnya menambahkan.

Dari luas green house 20x30 meter persegi, ia bisa menghasilkan ratusan pot selada segar dalam sehari yang dibandrol Rp. 7.000,-/pot. Sehingga perharinya ia bisa menghasilkan 1 juta rupiah. Pemasarannya, selain ke pasar tradisional juga ke pasar modern di Kecamatan Kota. Selain itu banyak masyarakat yang datang langsung membeli selada hidroponiknya.

Selada hidroponik cenderung bertahan lebih lama dibandingkan selada yang ditanam di tanah. Artinya, setelah dipanen tak perlu khawatir selada akan rusak. Namun untuk menjaga kesegaran sayuran daun ini, sebaiknya simpan selada yang sudah dipanen di dalam kulkas. Anda juga bisa meletakkan di atas meja dapur dengan akar di dalam air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....