Fakta Unik Rumah Adat Madura Tanean Lanjheng
- 23 Apr 2026 16:37 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep : Di tengah arus modernisasi, keberadaan Tanean Lanjheng semakin jarang ditemukan, padahal menyimpan banyak keunikan yang menarik untuk diketahui.
Secara harfiah, “tanean” berarti halaman, sedangkan “lanjheng” berarti panjang. Sesuai namanya, Tanean Lanjheng adalah kompleks hunian yang tersusun memanjang dalam satu area halaman luas. Berbeda dengan rumah pada umumnya, konsep ini dihuni oleh keluarga besar yang masih memiliki hubungan darah dalam satu garis keturunan.
Berbagai Fakta Unik Rumah Adat Madura
1. Simple Namun Mampu Menarik Wisatawan
Meski terkesan sederhana, namun bangunan rumah Tanean Lanjhang disusun sangat rapi dan terorganisir. Hal itu terbukti, yang mana bangunannya berderet sehingga tampak lebih presisi dan terukur. Berkat keunikan bangunan Tanean Lanjhang, secara otomatis mampu menyita perhatian para wisatawan lokal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Bahkan, tak sedikit pula wisatawan asing yang terpikat dengan keunikan bangunan rumah Tanean Lanjhang.
2. Makna Tanean Lanjhang
Rumah Tanean Lanjhang tidak dirancang berderet begitu saja, melainkan tersimpan makna atau filosopi yang terkandung didalamnya.
Penyusunan rumah yang dibuat memanjang dari arah timur ke barat, memiliki arti tentang tingkatan keluarga dari yang tua hingga muda. Sedangkan penempatan langgar, dapur, dan kandang hewan ternak yang diatur sedemikian rupa. Dapur dan kandang hewan biasanya akan ditempatkan di sebelah timur, sementara langgar berada di bagian barat.
Hal tersebut menunjukkan bahwa area spiritual seperti langgar yang bersifat religius, memiliki tempat lebih baik dibandingkan dengan ruangan lainnya yang bersifat materialistik.
3. Karakteristik Rumah Adat Madura
Pada dasarnya Tanean Lanjhang bukanlah rumah yang terdiri dari satu rumah saja, melainkan sebuah kawasan yang terdiri dari beberapa rumah.
Itu sebabnya, mengapa permukiman Tanean Lanjhang selalu hidup berdampingan antara satu rumah ke rumah lainnya. Berdasarkan cerita masyarakat setempat, Tanean Lanjhang diawali dari sebuah rumah induk yang disebut dengan Tonguh.
Nah, rumah Tonguh tersebutlah yang menjadi pelopor lahirnya rumah adat suku Madura atau sebagai leluhur keluarga.
Dengan lahirnya sebuah kawasan yang membentuk Tanean Lanjhang, karena setiap orang tua yang menikahkan anaknya (khususnya anak perempuan) diwajibkan membangun satu rumah yang ditempatkan di sebelah timur rumah tonguh.
4. Bahan Bangunan yang Digunakan
Pada awalnya, masyarakat Madura masih menggunakan material batu alam sebagai bahan utama dalam membangun rumah Tanean Lanjhang. Lantainya pun hanya beralaskan tanah dan plester semen saja. Seiring dengan perkembangan zaman, kini masyarakat Madura sudah mulai menggunakan material modern seperti keramik, granit, marmer, hingga lantai kayu.
Untuk bagian kerangka rumah biasanya mengggunakan material kayu serta dinding yang di rancang menggunakan papan.
Beralih ke bagian atapnya, yang mana genteng Tanean Lanjhang akan menyesuaikan dengan kondisi keuangan si pemilik rumah.
Kendati demikian, genteng pada Tanean Lanjhang terdiri dari tiga desain seperti berikut:
a. Pacenan: Atap rumah yang bentuknya mirip dengan tanduk atau ekor
b. Jadrih: Atap rumah yang mempunyai dua puncak atap
c. Trompesan: Atap rumah dengan tiga patahan yang disesuaikan dengan ukuran lebar rumah.
Tanean Lanjheng bukan sekadar rumah, melainkan cerminan kehidupan yang menjunjung tinggi kekeluargaan, nilai sosial, dan tradisi. Keunikannya menjadikannya salah satu aset budaya Indonesia yang patut dijaga keberadaannya di tengah perubahan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....