Petik Laut (Rokat Tasek) Simbol Syukur Nelayan Madura

  • 06 Apr 2026 16:43 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep : Petik Laut atau yang dikenal dengan sebutan Rokat Tasek merupakan tradisi masyarakat nelayan Madura yang masih dilestarikan hingga saat ini. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan atas hasil laut yang diberikan serta sebagai ritual tolak balak agar para nelayan diberi keselamatan saat melaut. Bagi masyarakat pesisir Madura, Petik Laut bukan sekadar acara budaya, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan dan identitas mereka.

Rokat Tasek berasal dari bahasa Madura, yaitu “rokat” yang berarti ritual atau selamatan, dan “tasek” yang berarti laut. Tradisi ini biasanya dilakukan setahun sekali oleh masyarakat nelayan di daerah pesisir. Waktu pelaksanaannya berbeda-beda di setiap daerah, namun umumnya dilaksanakan setelah musim panen ikan atau pada bulan-bulan tertentu yang dianggap baik.

Dalam tradisi Petik Laut, masyarakat mengadakan selamatan dengan berbagai makanan tradisional seperti nasi tumpeng, lauk ikan, buah-buahan, serta jajanan tradisional. Salah satu prosesi utama adalah melarung sesaji ke tengah laut menggunakan perahu yang telah dihias. Sesaji tersebut merupakan simbol rasa syukur atas rezeki dari laut sekaligus permohonan agar dijauhkan dari bahaya, badai, dan musibah saat melaut.

Selain prosesi larung sesaji, acara Petik Laut biasanya juga dimeriahkan dengan hiburan rakyat seperti musik tradisional, pertunjukan seni, pengajian, hingga lomba perahu hias. Seluruh masyarakat ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini sehingga suasana menjadi sangat meriah dan penuh kebersamaan. Tradisi ini juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat hubungan antarwarga.

Petik Laut atau Rokat Tasek memiliki makna yang sangat dalam bagi masyarakat nelayan Madura. Tradisi ini mengajarkan tentang rasa syukur, kebersamaan, serta hubungan manusia dengan alam. Laut bagi masyarakat Madura bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga bagian dari kehidupan yang harus dihormati dan dijaga.

Hingga sekarang, tradisi Petik Laut masih terus dilestarikan oleh masyarakat Madura sebagai warisan budaya leluhur. Tradisi ini menjadi ciri khas masyarakat Madura pesisir dan menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman modern. Oleh karena itu, Petik Laut tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga identitas budaya masyarakat nelayan Madura.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....