Hari Raya di Mata Generasi Muda Antara Gengsi dan Kembali ke Diri

  • 18 Mar 2026 22:18 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep- Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran kini dilihat generasi muda dengan perspektif yang berbeda dari generasi sebelumnya. Di satu sisi, muncul fenomena yang sering disebut "gengsi Lebaran" yang tercermin dari gaya berpakaian hingga kemewahan acara silaturahmi. Banyak dari mereka merasa terdorong untuk menampilkan sisi terbaik diri secara visual, baik melalui pakaian branded, kendaraan mewah, hingga konten sosial media yang dirancang sedemikian rupa. Tekanan dari lingkungan dan keinginan untuk diterima dalam kelompok sosial menjadi faktor utama di balik hal ini, menjadikan sebagian Lebaran lebih fokus pada tampilan luar daripada makna yang sebenarnya.

Namun di tengah arus tersebut, semakin banyak generasi muda yang memilih untuk kembali ke esensi Hari Raya sebagai momen refleksi dan koneksi yang mendalam. Banyak yang menggunakan liburan Lebaran untuk melakukan perjalanan kembali ke kampung halaman bukan hanya untuk silaturahmi, tetapi juga untuk menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga besar, merenungkan nilai-nilai agama dan budaya yang diajarkan oleh orang tua, serta melakukan amal atau kegiatan sosial yang bermanfaat. Mereka melihat Lebaran sebagai kesempatan untuk "kembali ke diri" – merenungkan pertumbuhan diri sepanjang tahun, meminta maaf dengan tulus, dan menyegarkan hubungan yang mungkin terlantar akibat kesibukan sehari-hari.

Ketua GEN ganding " Mauzun Visioner " menyampaikan Keseimbangan antara kedua sisi ini menjadi ciri khas pandangan generasi muda terhadap Hari Raya. Banyak yang tidak sepenuhnya menolak elemen yang berhubungan dengan gaya hidup modern, tetapi mampu menyaring mana yang benar-benar penting. Misalnya, memilih berpakaian dengan baik bukan untuk menunjukkan status, tetapi sebagai bentuk penghormatan terhadap acara khusus dan orang-orang terkasih. Generasi muda kini membentuk makna baru tentang Hari Raya – di mana tradisi tetap dijunjung tinggi, namun disesuaikan dengan nilai-nilai zaman yang lebih fokus pada autentisitas dan kedalaman hubungan manusia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....