Ungkap Sisi Lain 'Bergosip', Tidak Selalu Jahat
- 16 Sep 2026 09:45 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Gosip sering dianggap sebagai perilaku buruk, terutama ketika membicarakan orang lain tanpa kehadirannya. Namun, penelitian menunjukkan bahwa gosip tidak selalu bermuatan negatif atau bertujuan merugikan.
Psikolog mendefinisikan gosip secara lebih luas sebagai percakapan mengenai orang yang sedang tidak hadir. Pembicaraan tersebut dapat berupa informasi netral, positif, maupun negatif tentang kehidupan sosial seseorang.
Melansir laman Time, sebuah meta-analisis pada 2019 menemukan, manusia rata-rata menghabiskan sekitar 52 menit setiap hari untuk bergosip. Menariknya, sekitar tiga perempat percakapan tersebut tergolong netral, bukan pembicaraan bernada buruk.
Gosip juga dipercaya memiliki fungsi sosial yang berkaitan dengan perkembangan manusia. Robin Dunbar, Evolutionary Psichologyst, mengibaratkannya sebagai bentuk komunikasi yang membantu manusia membangun ikatan dalam kelompok besar.
Melalui gosip, seseorang dapat memperoleh informasi tentang perilaku, reputasi, dan aturan sosial yang berlaku. Informasi tersebut membantu anggota kelompok memahami tindakan yang dianggap dapat diterima atau melanggar norma.
Penelitian mengenai aktivitas otak menunjukkan, gosip berkaitan dengan bagian otak yang membantu manusia menghadapi perilaku sosial kompleks. Gosip negatif tentang selebritas bahkan dapat mengaktifkan bagian otak yang berkaitan dengan sistem penghargaan.
Gosip juga berpotensi membantu seseorang mengelola ketegangan setelah menyaksikan perilaku antisosial atau ketidakadilan. Penelitian Matthew Feinberg dan koleganya menemukan, keterlibatan aktif dalam gosip dapat menurunkan peningkatan detak jantung.
Dalam konteks kelompok, informasi tentang perilaku seseorang juga dapat memengaruhi kerja sama. Namun, menyebarkan informasi yang diketahui palsu tidak memberikan manfaat sosial dan berpotensi merugikan orang lain.
Karena itu, persoalannya bukan sekadar apakah seseorang bergosip, tetapi bagaimana dan untuk tujuan apa. Gosip yang informatif dapat mempererat hubungan, sementara gosip yang sengaja merugikan perlu dihindari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....