Tradisi Berbagi di Madura Bergeser dari Kesadaran Sosial?
- 14 Sep 2026 13:00 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Cara masyarakat Madura berbagi dinilai mengalami perubahan dalam beberapa waktu terakhir. Pergeseran tersebut terlihat dari hadirnya berbagai identitas dalam kegiatan sosial. Sekjen Pusat Studi Budaya Madura Universitas PGRI (UPI) Sumenep, Matroni menyebut aktivitas berbagi kini kerap membawa identitas organisasi atau kelompok tertentu.
“Setiap mereka yang punya empati, tetapi kan masih menggunakan bendera di belakangnya,” katanya di Kita Indonesia Pro 1 RRI Sumenep, Kamis, 10 September 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan praktik gotong royong masyarakat desa pada masa lalu. Warga membantu sesama tanpa membawa identitas organisasi tertentu.
Ia menilai kesadaran berbagi idealnya muncul dari dorongan pribadi setiap orang. Kepedulian seharusnya tidak bergantung pada organisasi, politik, maupun dorongan eksternal.
Matroni menyebut praktik gotong royong untuk membantu masyarakat lemah masih ditemukan. Kegiatan tersebut menjadi contoh kepedulian yang dilakukan tanpa membawa organisasi.
Menurutnya, perubahan pola berbagi perlu dikaji melalui penelitian lebih lanjut. Kajian diperlukan untuk memastikan apakah perubahan tersebut merupakan pergeseran atau degradasi nilai.
Ia berharap kesadaran berbagi dapat tumbuh sebagai karakter masyarakat Madura. Dengan demikian, kepedulian hadir karena kesadaran, bukan sekadar simbol kelompok.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....