Suara Emas Pelajar SDN Panaongan III Bergema di Festival Paseser Pasongsongan
- 23 Jun 2026 03:48 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Festival Paseser Pasongsongan menjadi panggung istimewa bagi Sulaiman, siswa SDN Panaongan III Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, yang tampil memukau membawakan tembang macapat di hadapan ratusan penonton yang memadati arena kegiatan.
Sulaiman merupakan salah satu siswa berbakat yang dimiliki SDN Panaongan III. Kemampuannya dalam melantunkan tembang macapat telah mengantarkannya meraih berbagai prestasi membanggakan. Pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2025, ia berhasil meraih Juara I tingkat Kabupaten Sumenep dan selanjutnya mewakili Kabupaten Sumenep pada tingkat Provinsi Jawa Timur. Di tingkat provinsi, Sulaiman kembali menorehkan prestasi dengan meraih Juara III.
Dalam penampilannya pada Festival Paseser Pasongsongan, Sulaiman membawakan Tembang Maskumambang Pelog dengan penuh penghayatan. Suara merdu yang keluar dari pelajar berbakat tersebut berhasil menciptakan suasana khidmat sekaligus memikat perhatian para penonton yang hadir.
Penampilan Sulaiman semakin memukau berkat iringan seruling yang dimainkan oleh Salehodin HR, S.Pd, pembina macapat SDN Panaongan III. Harmonisasi antara suara vokal dan alunan seruling menghadirkan sajian seni tradisional yang indah dan sarat makna budaya.
Sejumlah penonton tampak menikmati setiap bait tembang yang dilantunkan. Tidak sedikit yang memberikan apresiasi atas kemampuan Sulaiman dalam membawakan salah satu warisan budaya Jawa tersebut dengan kualitas yang mengesankan untuk ukuran pelajar sekolah dasar.
Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, S.Pd, yang hadir sebagai tamu kehormatan dalam kegiatan tersebut menyampaikan rasa bangga atas penampilan siswanya. Menurutnya, capaian yang diraih Sulaiman menunjukkan bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian terhadap pelestarian seni dan budaya daerah.
"Keberadaan Sulaiman menjadi kebanggaan bagi sekolah dan masyarakat. Semoga apa yang ditunjukkan malam ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya untuk mencintai, mempelajari, dan melestarikan seni tradisional yang diwariskan oleh para leluhur," ujarnya.
Agus menambahkan bahwa tembang macapat tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga mengandung berbagai pesan moral, nasihat kehidupan, serta pendidikan karakter yang penting untuk dikenalkan kepada generasi muda sejak dini.
Penampilan Sulaiman di Festival Paseser Pasongsongan menjadi bukti bahwa seni tradisional tetap mampu menarik perhatian masyarakat ketika dibawakan oleh generasi muda yang memiliki dedikasi dan kecintaan terhadap budaya daerah. Melalui suara emasnya, Sulaiman tidak hanya menghibur penonton, tetapi juga ikut menjaga keberlangsungan warisan budaya yang menjadi identitas bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....