Dialog Kebudayaan GEN Sumenep Perkuat Fondasi Karakter Pemuda Madura

  • 10 Jun 2026 17:07 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Pelaksanaan Dialog Kebudayaan oleh Generasi Emas Nusantara (GEN) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjadi ruang strategis untuk memperkuat jati diri dan membentengi generasi muda dari pengikisan identitas lokal akibat arus globalisasi.

Melalui sinergi antara pemangku kebijakan, budayawan, dan pemuda di Taman Andhap Asor Keraton Sumenep, Selasa 9 Juni 2026 malam, forum ini berhasil merumuskan langkah konkret dalam merawat kearifan lokal Madura sebagai modal pembangunan peradaban masa depan yang berkarakter.

Staf Ahli Bupati Sumenep Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Hizbul Wathan, menyampaikan bahwa pemahaman budaya secara mendalam berfungsi sebagai filter sosial bagi remaja. Menjaga tradisi dinilai efektif membentuk mentalitas generasi muda yang tangguh dan tidak kehilangan arah kebangsaannya.

"Ketika generasi muda mampu menjaga budaya, maka sesungguhnya mereka sedang menjaga masa depan daerah dan bangsanya sendiri," ujar Hizbul Wathan saat membacakan sambutan Bupati Sumenep.

Manfaat penguatan budaya ini juga diselaraskan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Langkah ini penting untuk memastikan kekayaan sejarah, kesenian, dan situs adat di Sumenep dapat dikelola secara optimal oleh pemuda sebagai modal daya saing daerah.

Sementara Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Sumenep, Mohammad Zaini, menegaskan perlunya keterlibatan aktif pemuda sebagai pewaris kebudayaan. Tanpa adanya kesadaran kolektif dari generasi baru, seluruh aset kearifan lokal tersebut terancam punah.

"Semua kekayaan budaya itu tidak akan bertahan tanpa peran generasi muda. Mereka adalah harapan sekaligus pewaris yang akan menentukan apakah budaya kita tetap hidup atau justru perlahan menghilang," kata Mohammad Zaini.

Selain menjadi sarana edukasi hukum pemajuan budaya, dialog ini memberi dampak edukatif lewat komparasi global, seperti keberhasilan negara maju yang tetap mempertahankan akar tradisinya. Ke depan, hasil refleksi budaya ini diharapkan menjadi landasan bagi lahirnya generasi emas Madura yang melek teknologi namun tetap berbasis pada nilai-nilai luhur lokal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....