Lingkar Teduh Ajak Perempuan Raih Bahagia
- 04 Jun 2026 07:49 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Komunitas Lingkar Teduh mengajak para perempuan untuk menemukan kebahagiaan yang seimbang melalui kesehatan fisik, pengembangan diri, dan penguatan spiritual. Pesan tersebut disampaikan Founder Komunitas Lingkar Teduh, Nurul Hidayati Agustin, dalam dialog bertema Reaching Happiness yang digelar pada Rabu 3 Mei 2026.
Menurut Nurul Hidayati Agustin, Lingkar Teduh hadir sebagai ruang belajar dan bertumbuh bagi perempuan, khususnya perempuan muda yang telah berkeluarga. Komunitas tersebut dibangun dengan tujuan menciptakan lingkungan positif yang mendukung anggotanya untuk terus berkembang.
“Lingkar Teduh memiliki tiga tujuan utama, yaitu belajar bersama, menjaga kesehatan, dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Kami ingin menjadi wadah bagi perempuan yang ingin terus belajar, sehat, dan berkembang bersama,” ujar Nurul.
Ia menjelaskan, komunitas yang baru berdiri sekitar empat bulan itu telah menarik puluhan anggota dari berbagai latar belakang. Meski mayoritas anggotanya merupakan ibu muda, Lingkar Teduh terbuka bagi perempuan dari berbagai usia.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Lingkar Teduh rutin menggelar berbagai kegiatan, mulai dari olahraga sunnah seperti berenang dan memanah hingga kajian dan diskusi yang menghadirkan narasumber dari kalangan anggota sendiri sesuai bidang keahlian masing-masing.
Nurul menuturkan bahwa konsep komunitas ini lahir dari keprihatinannya terhadap perempuan muda yang sering kali terjebak dalam tekanan sosial dan perbandingan kehidupan dengan orang lain. Karena itu, Lingkar Teduh berupaya menghadirkan ruang yang sehat dan suportif.
“Tujuan utama Lingkar Teduh adalah menjawab keresahan perempuan muda. Kami ingin menghadirkan lingkungan yang tidak hanya fokus pada olahraga atau kajian saja, tetapi juga membangun kualitas diri secara menyeluruh,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai kebahagiaan tidak hanya diperoleh dari kondisi fisik yang sehat, tetapi juga dari ketenangan jiwa dan kedekatan spiritual. Menurutnya, keseimbangan keduanya menjadi kunci dalam meraih kebahagiaan yang sesungguhnya.
“Orang bahagia itu tidak cukup hanya sehat secara fisik. Jiwanya juga harus terpenuhi. Karena itu, kesehatan tubuh dan kesehatan jiwa harus berjalan bersama,” ungkap Nurul.
Menutup dialog, Nurul memberikan pesan kepada para perempuan agar tidak mudah terpengaruh oleh kehidupan orang lain dan tetap fokus memperbaiki diri. Ia mengajak perempuan untuk membangun kualitas diri melalui lingkungan yang positif, sehingga dapat mencapai kebahagiaan yang lebih bermakna dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....