Dari Tahlil ke Macapat, Cara Unik Rawat Budaya Leluhur

  • 04 Apr 2026 21:21 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Upaya pelestarian budaya lokal terus dilakukan dengan berbagai cara. Di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, sekelompok masyarakat memilih pendekatan unik dengan menggabungkan nilai spiritual dan seni tradisi dalam satu kegiatan rutin.

Melalui Perkumpulan Macapat Madura di bawah naungan LESBUMI NU MWC NU Pasongsongan, kegiatan pelestarian budaya tidak hanya berfokus pada seni semata, tetapi juga diawali dengan pembacaan tahlil bersama.

Ketua perkumpulan, Akhmad Jasimul Ahyak, menjelaskan bahwa konsep ini sengaja dibangun untuk memperkuat nilai kebersamaan sekaligus menjaga ruh tradisi.

“Kami ingin kegiatan ini bukan sekadar latihan macapat, tapi juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan spiritual. Makanya diawali dengan tahlil bersama,” ujarnya.

Setelah tahlil, kegiatan dilanjutkan dengan sesi macapat yang diikuti para anggota dari berbagai daerah. Suasana hangat dan kekeluargaan menjadi ciri khas dalam setiap pertemuan, sehingga membuat para anggota tetap konsisten hadir.

Menariknya, komunitas ini tidak hanya diikuti oleh warga Pasongsongan dan Sumenep, tetapi juga melibatkan peserta dari Kabupaten Pamekasan. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan yang menggabungkan nilai religi dan budaya mampu menarik minat masyarakat lintas daerah.

Di tengah semakin jarangnya penembang macapat, komunitas ini hadir sebagai ruang alternatif untuk belajar sekaligus melestarikan tradisi. Akhmad menyebut, keberadaan perkumpulan ini menjadi langkah kecil namun penting dalam menjaga warisan leluhur agar tidak hilang ditelan zaman.

“Kalau tidak kita mulai dari sekarang, dikhawatirkan macapat hanya tinggal cerita. Maka kami berusaha menjaga ini tetap hidup,” katanya.

Komunitas ini juga pernah tampil di Pendopo Keraton Sumenep dalam acara Simposium Peradaban NU yang turut dihadiri Yahya Cholil Staquf. Momen tersebut menjadi bukti bahwa seni macapat Madura masih memiliki tempat di ruang publik.

Ke depan, komunitas ini berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk belajar macapat. Dengan demikian, tradisi yang sarat makna tersebut tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang di tengah masyarakat modern.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....