Khauf, Maqam Tertinggi Iman Seseorang

  • 01 Sep 2024 11:05 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep : Dalam istilah tasawuf, khauf adalah sikap mental merasa takut kepada Allah SWT karena kurang sempurna pengabdiannya dan rasa takut atau khawatir apabila Allah SWT tidak senang padanya. Ini adalah maqam atau kedudukan tertinggi di mana iman seseorang harus ada rasa khauf di mana-mana. Rasa takut kepada Allah atau khauf biasanya berbarengan dengan roja’ (harapan) untuk mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah Swt.

Siapa yang takut kepada Allah itu adalah adlajah, maknanya ia seperti orang yang berjalan di waktu malam. Ia bersemangat dalam melakukan ketaatan kepada Allah, dimana ia akan sampai kepada kedudukan yang orang tersebut akan dicintai oleh Allah Swt.

Sifat khouf ini dapat muncul karena dia tahu bahwa Allah punya ma’rifat, paham betul akan kebesaran Allah atau bisa jadi karena perasaan dosa yang pernah dilakukannya atau bisa karena keduanya. Hal ini disampaikan Ustadz Ahmad Hudaifah, Penyuluh Agama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, saat mengisi Mutiara Pagi Pro1 RRI, Minggu (1/9/2024).

“Beberapa hal penting dalam khouf atau orang yang takut kepada Allah. Bukan hanya orang yang nangis – nangis atau mengeluarkan air matanya, tetapi orang yang meninggalkan apa yang diharamkan, padahal dia mampu dan bisa melakukannya. Sehingga ada rumusan tanda-tanda orang yang takut kepada Allah,” ujarnya.

Berikut tanda - tanda orang khouf menurut Ustadz Hudaifah :

· Menjaga lisan, hanya menggunakan lisannya dengan zikir dan kebaikan.

· Begitu takut dengan urusan perut, sehingga mencari rejeki yang masuk ke perut adalah dari hal-hal yang halal, bermanfaat dan baik untuk dirinya.

· Menjaga pandangan, hanya menggunakan matanya untuk tidak melihat aib saudaranya tidak memata-matai kesalahan saudaranya. Lebih memilih melihat aib atau kekurangan dirinya sendiri.

· Menjaga tangannya, yakni menjaga dari segala bentuk kekerasan dalam keluarganya, tidak memukul, tidak menyakiti orang lain dengan tangannya.

· Menjaga hatinya, dari kebencian iri dengki dan segala penyakit hati. Orang akan menjadi baik ketika hatinya bersih.

· Menjaga urusan taat kepada Allah, khawatir kebaikan-kebaikannya tidak diterima Allah. Sehingga ia menjaga segala ibadahnya, terus memperbaiki, memperbaharui dan terus berharap kepada Allah agar menerima segala apa yang telah dilakukannya.

Di akhir penjelasannya, Ustadz Hudaifah mengingatkan, bahwa orang yang punya sifat khouf akan diberikan petunjuk dan rahmat oleh Allah. Surga tidak hanya di akhirat tapi juga surga di dunia, terjaga dari dosa dan maksiat. Sifat ini akan menjadi salah satu bentuk keimanan kepada Allah. Sifat khauf juga akan menjadi pembimbing dalam kehidupan seseorang untuk melakukan berbagai kebaikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....