Pesantren Annuqayah Madura Pesantren Berwawasan Lingkungan
- 21 Okt 2022 08:47 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep: Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep, Jawa Timur, adalah salah satu dari tiga pesantren di Indonesia yang berwawasan lingkungan. Dua pesantren lainnya adalah Pesantren Ath Thaariq Garut, serta Pesntren Nurul Haramain Lombok Barat
Kasubag TU kementrian Agam Sumenep, H Rifaie Hasyim mengatakan, Pesantren Annuqayah dibobatkan sebagai pesantren yang berwawasan lingkungan, karena melarang keras penggunaan plastik dalam berbagai kegiatan. Seluruh santri harus ‘tirakat plastik’.
“Mereka sadar betul bahwa sampah plastik dapat merusak ekosistem di bumi. Kiai M Faizi merupakan salah satu penegak peraturan anti plastik. Misalnya, ketika kumpul, rapat, atau kegiatan apapun, tidak boleh menyuguhkan air mineral kemasan. Air harus disuguhkan dengan gelas,”katanya jumat (21/10/2022).
Menurutnya, pada momentum hari santri ini, sudah seharusnya semua pesantren lain bisa mengikuti langkah dari pesantren Annuqayah untuk cinta terhadap lingkungan. Dan hal itu Harus dimulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita bersyukur dan apresiasi, semoga bisa diikuti oleh pesantren-pesantren lain,” harapnya.
Pesantren Annuqayah juga menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai salah satu sumber listrik. PLTS telah digunakan sejak tahun 2018. PLTS tersebut berkekuatan 30,72 KWP. Penggunaan PLTS menjadi salah satu upaya mengurangi ketergantungan terhadap listrik yang berasal dari energi kotor batubara.
Sebagaimana diketahui, PLTU yang menggunakan batubara untuk membangkitkan listrik telah menimbulkan berbagai kerugian bagi masyarakat. Sementara PLTS adalah energi baru terbarukan yang tidak akan habis.
Pesantren di Madura ini berdiri pada tahun 1887. Pendirinya adalah KH. Muhammad Syarqawi. Kiai kelahiran Kudus, Jawa Tengah. Ia pernah nyantri hingga Malaysia, Thailand, dan Makkah. Jumlah santri yang bermukim di Pesantren ini sekitar 8000 santri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....