Keberkahan Bukan Sekadar Banyak, tetapi Kebaikan yang Menetap

  • 17 Sep 2026 10:57 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Keberkahan dalam kehidupan tidak selalu dapat diukur dari banyaknya harta, panjangnya usia, atau tingginya kedudukan seseorang. Keberkahan lebih berkaitan dengan kebaikan yang menetap, bertambah, dan memberikan manfaat dalam kehidupan.

Hal tersebut disampaikan ustaz Amirul Khotib, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep dalam Mutiara Pagi RRI, Kamis, 17 September 2026 yang membahas ‘Menyemai Keberkahan Hidup’. Menurutnya, secara bahasa, barokah memiliki keterkaitan dengan makna sesuatu yang menetap dan terkumpul, sehingga dalam penggunaannya dapat dimaknai sebagai kebaikan yang terus memberikan manfaat.

Ia menjelaskan, secara istilah keberkahan dapat dipahami sebagai menetapnya suatu kebaikan pada sesuatu. Kebaikan tersebut juga dapat bertambah dan dirasakan manfaatnya, baik secara langsung maupun tidak langsung oleh seseorang.

Menurutnya, seseorang yang memiliki rezeki tidak terlalu besar tetapi mampu memenuhi kebutuhan, membantu sesama, dan menjalani kehidupan dengan tenang, dapat menjadi gambaran rezeki yang berkah. Sebaliknya, banyaknya harta tidak otomatis menunjukkan adanya keberkahan apabila tidak memberikan kebaikan bagi pemiliknya maupun orang lain.

“Keberkahan yang sesuai dengan syariat harus memiliki dasar dari Al-Qur'an dan hadis. Karena itu, umat Islam perlu berhati-hati dalam memahami praktik mencari keberkahan agar tidak terjebak pada keyakinan terhadap benda tertentu yang dianggap memiliki kekuatan sendiri untuk memberikan manfaat atau menolak bahaya,” katanya menambahkan.

Ia mengatakan, meyakini benda memiliki kekuatan gaib secara mandiri untuk mendatangkan keberuntungan atau keselamatan tidak dibenarkan dalam ajaran Islam. Menurutnya, segala manfaat dan keberkahan pada hakikatnya berasal dari Allah SWT, sedangkan manusia tetap diperintahkan untuk mengikuti cara-cara yang dibenarkan syariat.

“Untuk mendapatkan keberkahan, umat Islam perlu membekali diri dengan ilmu sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Memperbanyak istighfar, membaca serta mengamalkan Al-Qur'an, menjaga ibadah, dan menjalani kehidupan sesuai tuntunan agama menjadi bagian dari ikhtiar memperoleh keberkahan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menyebut salah satu tanda yang dapat dirasakan dari keberkahan adalah ketenangan hati. Hidup yang berkah bukan berarti seseorang tidak menghadapi persoalan, tetapi memiliki hati yang lebih tenang, mampu bersyukur, bersabar, dan tetap mendekatkan diri kepada Allah ketika menghadapi berbagai keadaan, ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....