Merdeka Bukan Sekadar Bebas, Begini Pandangan Islam

  • 31 Agt 2026 08:29 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Bulan kemerdekaan segera berlalu. Namun, makna merdeka sejatinya tidak berhenti di penghujung Agustus.

Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebasnya bangsa dari penjajahan. Kemerdekaan juga perlu diwujudkan melalui kemampuan manusia mengendalikan hawa nafsu dan ego.

Hal tersebut disampaikan Ustaz Rudi Hartono, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, dalam program Mutiara Pagi RRI. Ia menjelaskan, seseorang belum sepenuhnya merdeka jika masih dikendalikan berbagai keinginan yang merusak.

Menurutnya, manusia dapat merasa bebas karena mampu melakukan berbagai hal sesuai keinginannya. Namun, kebebasan tersebut dapat berubah menjadi bentuk penjajahan ketika seseorang tidak mampu mengendalikan diri.

Ia menilai kemerdekaan sejati tercermin dari kemampuan seseorang menjadi hamba Allah. Bukan menjadi hamba harta, kedudukan, popularitas, maupun penilaian manusia.

“Hakikat dari kemerdekaan adalah menjadi hamba Allah, bukan hamba nafsu,” ujar Ustaz Rudi Rabu, 26 Agustus 2026.

Karena itu, momentum kemerdekaan diharapkan menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri. Kemerdekaan perlu diisi dengan kebaikan, kemanfaatan, keadilan sosial, serta upaya membebaskan jiwa dari penghambaan kepada selain Allah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....