PLN Petakan Solusi Atasi Beban Puncak Listrik Madura yang Overload
- 15 Agt 2026 05:11 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - PT PLN (Persero) memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Pulau Madura menjelang peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Langkah itu dilakukan melalui rapat koordinasi lintas unit di Kantor PLN UP3 Madura, Pamekasan, Kamis (13/8/2026).
Pertemuan tersebut melibatkan jajaran PLN mulai dari Kantor Pusat, Unit Induk hingga Unit Pelaksana. Konsolidasi dilakukan untuk mencari solusi atas meningkatnya kebutuhan listrik masyarakat dan sektor industri di Madura.
Pertumbuhan konsumsi listrik di Madura tercatat rata-rata 7 persen setiap tahun sepanjang 2023 hingga 2026. Beban puncak bahkan mencapai 378 megawatt (MW) yang disalurkan melalui jalur kabel laut Suramadu.
Kondisi itu membuat jaringan transmisi SUTT 150 kilovolt (kV) Bangkalan-Sampang mengalami pembebanan lebih dari 100 persen saat jam beban puncak. Kondisi tersebut dipengaruhi tertundanya sejumlah pembangkit serta penyelesaian jaringan transmisi baru.
PLN menyiapkan sejumlah langkah teknis untuk menjaga pasokan listrik tetap aman dan andal. Mitigasi juga dilakukan untuk menghadapi pertumbuhan kebutuhan listrik sekaligus mendukung agenda nasional pada tahun-tahun mendatang.
Manager PLN UP3 Madura, Fahmi Fahresi, mengatakan konsolidasi lintas unit menjadi langkah penting untuk menjawab kebutuhan pelanggan di Madura. Menurutnya, PLN ingin memastikan persoalan kelistrikan tidak hanya dibahas, tetapi segera ditindaklanjuti.
"Semangat Kemerdekaan RI ini kami jadikan pijakan untuk menyelesaikan akar masalah kelistrikan di Madura. Kami memahami harapan masyarakat agar listrik tetap stabil dan andal," ujar Fahmi.
Ia menambahkan, keterlibatan jajaran PLN dari pusat hingga unit teknis menunjukkan komitmen bersama memperkuat sistem kelistrikan Madura. Percepatan pembangunan infrastruktur dan rekayasa beban di jalur Bangkalan-Sampang akan terus dilakukan agar kebutuhan listrik masyarakat dan industri tetap terpenuhi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....