Perjuangan Kemerdekaan dalam Konteks Kekinian, Perspektif Islam
- 13 Agt 2026 04:29 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Dalam perspektif Islam, perjuangan kemerdekaan pada konteks kekinian bukan lagi mengangkat senjata melawan penjajah fisik, melainkan membebaskan diri dan bangsa dari bentuk-bentuk perbudakan modern. Di tengah kehidupan yang serba digital, semangat kemerdekaan perlu diteruskan melalui kontribusi nyata masyarakat dalam membangun bangsa yang adil, damai, dan bermartabat.
Dalam Mutiara Pagi RRI, Selasa, 11 Agustus 2026, Ustadz Abd. Sukkur Rahman, Penyuluh Agama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menjelaskan, Islam memandang kemerdekaan sebagai nikmat sekaligus amanah yang harus disyukuri dan dijaga. Perjuangan pada masa kini dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas diri, skill yang mumpuni dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Generasi muda saat ini, dapat mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh, mengembangkan keterampilan, menjaga akhlak, serta menggunakan teknologi dan media sosial secara bijaksana. Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi orang lain,” katanya.
Ia menambahkan, perjuangan mempertahankan kemerdekaan juga membutuhkan ketahanan moral. Menurut ustadz Sukkur, kemajuan teknologi tanpa diimbangi iman dan akhlak dapat menimbulkan berbagai persoalan, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, perundungan, penipuan digital, hingga konflik di tengah masyarakat.
Karena itu, momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dapat menjadi sarana untuk melakukan refleksi. Masyarakat diajak tidak hanya mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga bertanya kepada diri sendiri mengenai kontribusi yang dapat diberikan untuk bangsa sesuai kemampuan dan bidang masing-masing.
Ia menegaskan, mencintai bangsa dan menjaga persatuan merupakan bagian penting dari tanggung jawab sebagai warga negara. Perbedaan suku, budaya, pilihan, dan latar belakang hendaknya tidak menjadi alasan untuk saling bermusuhan, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun Indonesia.
Semangat kemerdekaan dalam perspektif Islam, pada akhirnya, adalah perjuangan yang terus berlangsung. Bukan lagi mengangkat senjata melawan penjajah, tetapi melawan kebodohan, kemalasan, ketidakjujuran, intoleransi, serta berbagai perilaku yang dapat melemahkan persatuan dan masa depan bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....