Rabiul Awal Jadi Momentum Membersihkan Hati dan Meneladani Akhlak Rasulullah
- 11 Agt 2026 06:16 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Beberapa hari lagi akan memasuki bulan Rabiul Awal, umat Islam diajak menjadikannya sebagai momentum untuk membersihkan hati sekaligus memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Selain dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, Rabiul Awal juga menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah melalui pengamalan nilai-nilai Islam.
Hal ini disampaikan Ustadz Ahmad Fathoni, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, saat di Mutiara Pagi Berjaringan Korwilnus X Jawa Timur. Ia mengatakan bahwa makna memperingati Rabiul Awal tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga harus tercermin dalam perubahan sikap dan perilaku. Menurutnya, hati yang bersih akan melahirkan akhlak yang baik serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
"Rabiul Awal hendaknya menjadi momen membersihkan hati dari sifat iri, dengki, sombong, dan kebencian. Kecintaan kepada Rasulullah bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dengan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Ia menjelaskan, hati merupakan pusat dari setiap perbuatan manusia. Ketika hati dipenuhi keikhlasan dan ketakwaan, maka ucapan maupun tindakan akan mengarah pada kebaikan. Sebaliknya, hati yang dipenuhi sifat buruk dapat memengaruhi perilaku seseorang dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, membersihkan hati dapat dilakukan melalui berbagai amalan, seperti memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur'an, memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad SAW, menjaga salat tepat waktu, serta memperkuat silaturahmi. Amalan tersebut menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus membentuk pribadi yang lebih sabar dan rendah hati.
"Rabiul Awal juga menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi diri. Sudah sejauh mana kita meneladani sifat jujur, amanah, tabligh, dan fathanah yang dimiliki Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Ia menambahkan, kecintaan kepada Rasulullah harus tercermin dalam kepedulian terhadap sesama, menjaga persaudaraan, serta menghindari perpecahan. Nilai-nilai tersebut sangat relevan diterapkan di tengah kehidupan masyarakat yang semakin beragam agar tercipta suasana yang damai dan saling menghormati.
Ia berharap bulan Rabiul Awal menjadi momentum lahirnya pribadi-pribadi yang lebih beriman, berakhlak mulia, dan mampu membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. Dengan hati yang bersih dan kecintaan kepada Rasulullah SAW, umat Islam diharapkan dapat menjalani kehidupan yang penuh keberkahan serta menjadi teladan dalam membangun persatuan dan kedamaian di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....