Kurangi Drama, Sikap "Bodoh Amat" Kuncinya

  • 30 Jul 2026 12:52 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Di tengah derasnya arus informasi dan tingginya tuntutan kehidupan modern, banyak orang merasa mudah lelah secara emosional. Berbagai komentar di media sosial, ekspektasi lingkungan, hingga tekanan pekerjaan kerap memenuhi ruang pikiran dan memengaruhi kondisi mental seseorang.

Psikolog dan pemerhati kesehatan mental menilai bahwa salah satu cara sederhana untuk menjaga keseimbangan diri adalah dengan menerapkan prinsip memilih hal-hal yang layak mendapat perhatian. Dalam istilah populer, sikap ini sering disebut sebagai "bodoh amat", yakni kemampuan untuk tidak terlalu memikirkan hal-hal yang tidak memberikan dampak positif bagi kehidupan.

Konsep tersebut bukan berarti mengabaikan tanggung jawab atau tidak peduli terhadap orang lain. Sebaliknya, seseorang diajak untuk lebih bijak dalam mengelola perhatian dan energi emosionalnya. Dengan demikian, fokus dapat diarahkan pada hal-hal yang benar-benar penting dan bermanfaat. Sikap selektif terhadap berbagai persoalan dinilai mampu mengurangi tingkat stres yang berlebihan. Tidak semua masalah harus ditanggapi secara serius, terutama persoalan-persoalan kecil yang tidak memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari. Membiarkan hal-hal sepele berlalu tanpa terus dipikirkan dapat membantu menjaga ketenangan pikiran.

Selain itu, kemampuan mengabaikan hal-hal yang tidak penting juga berperan dalam menghemat energi emosional. Energi mental yang dimiliki setiap orang terbatas. Ketika terlalu banyak digunakan untuk memikirkan komentar negatif, kesalahan kecil, atau situasi yang berada di luar kendali, seseorang akan lebih mudah merasa lelah dan kehilangan semangat. Manfaat lainnya adalah meningkatnya rasa percaya diri. Ketika seseorang tidak lagi bergantung pada penilaian atau validasi dari orang lain, fokus akan beralih pada pengembangan diri dan pencapaian tujuan pribadi. Kondisi ini membantu memperkuat identitas diri dan menumbuhkan keyakinan terhadap kemampuan yang dimiliki.

Di sisi lain, sikap tersebut juga dapat membantu seseorang lebih fokus pada prioritas hidup. Tidak semua perdebatan harus dimenangkan dan tidak semua kritik harus dijawab. Dengan menyaring hal-hal yang benar-benar penting, waktu dan tenaga dapat digunakan untuk mencapai tujuan yang lebih bermakna.

Pada akhirnya, kehidupan tidak akan pernah sepenuhnya bebas dari masalah, kritik, maupun tekanan. Namun, setiap orang memiliki pilihan untuk menentukan bagaimana cara meresponsnya. Kemampuan memilah mana yang perlu dipikirkan dan mana yang sebaiknya dilepaskan menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga kesehatan mental, menemukan ketenangan, serta menjalani hidup dengan lebih bahagia dan seimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....