Begini Cara Mengenali Seseorang dengan Mental yang Kuat
- 27 Jul 2026 08:56 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Mental yang kuat tidak selalu terlihat dari seseorang yang mampu menghadapi masalah tanpa mengeluh. Dalam kehidupan sehari-hari, kekuatan mental justru sering terlihat dari cara seseorang menghadapi emosi, menerima kegagalan, dan mengambil keputusan ketika keadaan tidak berjalan sesuai harapan.
Istilah mental kuat kerap disalahartikan sebagai kemampuan untuk selalu tahan terhadap tekanan. Padahal, ketahanan psikologis atau resilience juga berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk beradaptasi dan kembali menjalani kehidupan setelah menghadapi kesulitan. Penelitian dalam Annual Review of Psychology menjelaskan bahwa resiliensi berkaitan dengan proses menghadapi stres, mengatur emosi, dan menyesuaikan diri terhadap situasi sulit.
Salah satu kebiasaan yang terlihat adalah mampu mengakui emosi tanpa membiarkannya mengambil alih seluruh keputusan. Seseorang dapat merasa marah, kecewa, atau sedih, tetapi tetap berusaha memahami perasaan tersebut sebelum bertindak. Riset yang dipublikasikan melalui PubMed menunjukkan bahwa strategi pengaturan emosi dan kemampuan menilai kembali situasi berkaitan dengan resiliensi.
Orang dengan mental yang kuat juga cenderung mampu menerima hal-hal yang berada di luar kendalinya. Mereka memusatkan energi pada hal yang masih bisa dilakukan, berani meminta bantuan ketika diperlukan, dan tidak menganggap kegagalan sebagai akhir dari segalanya. Kemampuan untuk memecahkan masalah secara aktif dan menerima situasi menjadi bagian dari cara mengatasi stres yang banyak dikaji dalam penelitian psikologi.
Kebiasaan lain yang penting adalah tidak terus-menerus menyalahkan diri sendiri. Mengutip tinjauan sistematis yang terbit dalam Applied Psychology: Health and Well-Being, self-compassion memiliki hubungan dengan kesehatan mental melalui proses pengaturan emosi. Artinya, memperlakukan diri dengan lebih penuh pengertian setelah mengalami kegagalan dapat membantu seseorang menghadapi tekanan secara lebih adaptif.
Selain itu, mental yang kuat juga tercermin dari kemampuan menetapkan batasan, tidak selalu mencari persetujuan orang lain, mampu mengatakan tidak, dan tetap menjaga hubungan dengan orang-orang yang mendukung. Mereka juga berani mengevaluasi diri, bersedia mengubah strategi ketika cara lama tidak lagi berhasil, serta tetap memiliki tujuan meski prosesnya berjalan perlahan.
Mental kuat tidak berarti seseorang tidak pernah takut, sedih, atau lelah. Kekuatan tersebut justru terlihat dari kemampuan untuk mengenali kondisi diri, mengelola respons terhadap masalah, dan kembali melangkah setelah menghadapi kesulitan. Kebiasaan itu dibangun secara bertahap melalui cara seseorang merespons berbagai pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....