Kenapa Kita Ikut Menguap saat Melihat Orang Menguap?
- 27 Jul 2026 07:56 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Coba perhatikan apa yang terjadi setelah membaca kata “menguap” beberapa kali. Sebagian orang mungkin tiba-tiba merasa ingin membuka mulut lebar-lebar dan menarik napas panjang. Fenomena serupa juga sering terjadi ketika melihat orang lain menguap. Respons ini dikenal sebagai contagious yawning atau menguap menular.
Menguap memang dapat dipicu oleh rasa lelah, bosan, stres, atau saat seseorang baru bangun tidur. Namun, melihat atau mendengar orang lain menguap juga bisa memunculkan respons yang sama. Cleveland Clinic menyebut fenomena tersebut sebagai contagious yawning, meski para peneliti hingga kini belum memiliki satu kesimpulan pasti mengenai penyebabnya.
Salah satu teori yang banyak dibahas mengaitkan menguap menular dengan kedekatan sosial dan empati. Penelitian yang dipublikasikan melalui PubMed menemukan bahwa respons menguap lebih sering terjadi ketika seseorang melihat anggota keluarga atau teman dekat menguap dibandingkan saat melihat orang yang tidak dikenal. Hal ini menunjukkan bahwa kedekatan emosional dapat memengaruhi respons tersebut.
Namun, hubungan antara menguap menular dan empati belum sepenuhnya terbukti. Tinjauan ilmiah yang dipublikasikan dalam Neuroscience and Biobehavioral Reviews menyebut bukti mengenai hubungan tersebut masih tidak konsisten dan memerlukan penelitian lebih lanjut. Faktor lain, seperti perhatian seseorang terhadap orang yang menguap, juga dapat memengaruhi respons.
Penelitian lain menggunakan pemindaian otak juga menemukan adanya aktivitas pada bagian tertentu dari pusat pengendali luhur (Prefrontal Cortex) ketika seseorang melihat orang lain menguap. Temuan ini menunjukkan bahwa respons menguap menular melibatkan proses otak yang kompleks dan tidak sekadar meniru gerakan orang lain secara sadar.
Jadi, jika Anda ikut menguap setelah melihat orang lain melakukannya, hal tersebut merupakan respons yang umum terjadi pada manusia. Penyebabnya bisa berkaitan dengan mekanisme sosial, perhatian, dan proses neurologis yang masih terus dipelajari para peneliti.
Fenomena ini juga menjelaskan mengapa menguap dapat terasa seperti “menular” hanya melalui melihat, mendengar, membaca, bahkan memikirkan tentang menguap. Jadi, jika setelah membaca artikel ini Anda mulai menguap, mungkin Anda baru saja mengalami contagious yawning.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....