Mengenal Jenis-Jenis Ubi, Umbi Serbaguna yang Kaya Manfaat

  • 23 Jul 2026 16:19 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Ubi menjadi salah satu bahan pangan yang tidak asing lagi di dapur masyarakat Indonesia. Selain harganya yang terjangkau, ubi juga dikenal fleksibel untuk diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari yang sederhana hingga yang membutuhkan kreativitas lebih dalam penyajiannya.

Secara umum, jenis ubi yang paling banyak dijumpai di Indonesia adalah ubi jalar, yang dibedakan berdasarkan warna daging umbinya, yakni ubi jalar putih, kuning atau oranye, ungu, dan merah. Masing-masing warna ubi jalar memiliki ciri yang berbeda, terutama dari segi rasanya, misalnya warna putih cenderung memiliki rasa tawar sementara warna oranye memiliki rasa yang lebih manis.

Ubi jalar ungu dikenal luas karena kandungan antioksidan alaminya. Jenis ini kaya akan antosianin, sehingga digemari karena warnanya yang mencolok serta manfaat kesehatannya seperti menjaga kesehatan jantung dan menangkal radikal bebas. Sementara itu, ubi jalar kuning atau oranye juga memiliki keunggulan tersendiri dari segi nutrisi. Jenis ini mengandung beta-karoten yang tinggi, sehingga baik untuk kesehatan mata dan sistem imun, dengan rasa manis dan tekstur lembut yang membuatnya populer untuk berbagai olahan kuliner.

Berbeda dengan dua jenis sebelumnya, ubi jalar putih memiliki karakteristik rasa yang lebih netral. Jenis ini memiliki rasa yang lebih netral dan tekstur yang kering, sehingga biasa digunakan untuk makanan tradisional atau sebagai bahan campuran makanan bayi karena mudah dicerna. Adapun ubi jalar merah, meski tergolong lebih jarang ditemukan, tetap memiliki penggemarnya tersendiri karena cita rasanya yang khas.

Salah satu penikmat ubi yang gemar mengonsumsinya hampir setiap hari adalah Ila, seorang ibu rumah tangga yang membagikan pengalamannya dalam mengolah ubi di rumah. Ia mengaku memiliki cara tersendiri untuk mengenali jenis-jenis ubi yang biasa dikonsumsinya.

"Saya salah satu pecinta ubi dan hampir setiap hari mengonsumsi ubi. Bisa dikukus, ya, atau kalau bosan bisa digoreng atau diolah jadi kolak. Menurut saya, ubi ada banyak jenisnya, kalau saya sih cara paling gampang membedakannya ya berdasarkan warnanya. Semua sama enaknya dan saya juga suka," ujar Ila.

Penuturan Ila menggambarkan bagaimana masyarakat awam pada umumnya mengenali variasi ubi, yakni melalui perbedaan warna daging umbinya, bukan dari nama ilmiah atau varietas secara spesifik. Cara pandang sederhana semacam ini memudahkan siapa saja untuk memilih ubi sesuai selera, baik untuk dikukus, digoreng, maupun diolah menjadi kolak, sekaligus menunjukkan bahwa ubi tetap menjadi pilihan pangan yang praktis dan digemari lintas generasi. (RIA)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....