'Baby Boomers' Boros Pengeluaran Rumah Tangga karena Kebiasaan Ini
- 11 Jul 2026 08:07 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Menurut hasil sebuah studi terbaru, kebiasaan membuang sisa makanan masih menjadi penyebab pemborosan pengeluaran rumah tangga pada sebagian kelompok usia. Temuan tersebut menunjukkan generasi baby boomer lebih sering membuang makanan yang masih layak dikonsumsi dibandingkan generasi lebih muda.
Baby boomer merupakan kelompok masyarakat yang lahir antara tahun 1946 hingga 1964 dengan kebiasaan konsumsi yang terbentuk sejak puluhan tahun lalu. Seperti informasi dari laman Food Republic, pola konsumsi tersebut memengaruhi cara mereka berbelanja, menyimpan bahan pangan, hingga mengelola makanan setelah proses memasak selesai setiap hari.
Penelitian yang dipublikasikan The Motley Fool pada 2026 mencatat sisa makanan lebih sering dibuang dibandingkan disimpan untuk dikonsumsi kembali. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan pengeluaran rumah tangga, terutama bagi keluarga dengan pendapatan tetap atau anggaran terbatas setiap bulan.
Selain membuang sisa makanan, kebiasaan membeli bahan pangan karena sedang memperoleh potongan harga juga turut menjadi perhatian peneliti. Banyak konsumen akhirnya membawa pulang makanan melebihi kebutuhan sehingga sebagian produk berakhir terbuang sebelum sempat dimanfaatkan secara optimal.
Perencanaan menu mingguan menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat membantu masyarakat mengendalikan pengeluaran sekaligus mengurangi limbah makanan rumah tangga. Daftar belanja sesuai kebutuhan juga dinilai efektif mencegah pembelian impulsif ketika menemukan berbagai penawaran menarik di supermarket.
Pemanfaatan layanan belanja daring atau pengambilan pesanan dinilai mampu membantu konsumen memantau nilai transaksi sebelum melakukan pembayaran akhir. Cara tersebut memberi kesempatan mengevaluasi kembali daftar belanja sehingga pengeluaran tetap sesuai kebutuhan tanpa tambahan barang kurang diperlukan.
Sisa makanan yang belum dikonsumsi sebaiknya segera disimpan dalam wadah tertutup kemudian dibekukan agar kualitasnya bertahan lebih lama selama penyimpanan. Langkah sederhana tersebut membantu mengurangi pemborosan, menjaga anggaran rumah tangga, sekaligus mendukung upaya mengurangi limbah makanan secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....