"Free-Range Parenting", Menyeimbangkan Perlindungan dan Kemandirian Anak

  • 30 Jun 2026 12:18 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Pola asuh free-range parenting mulai banyak diperbincangkan karena dianggap dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri. Konsep ini memberikan ruang bagi anak untuk bereksplorasi, mengambil keputusan, dan belajar dari pengalaman dengan tetap memperhatikan aspek keamanan.

Istilah free-range parenting dikenal luas setelah kolumnis asal New York, Amerika Serikat, Lenore Skenanzy, menulis pengalaman membiarkan anaknya yang berusia 9 tahun menggunakan kereta bawah tanah sendirian pada 2008. Tulisannya memicu perdebatan karena sebagian pihak menilai pendekatan tersebut terlalu memberikan kebebasan kepada anak.

Namun, Skenanzy menjelaskan bahwa pola asuh tersebut bukan berarti orang tua melepas tanggung jawab. Menurutnya, konsep ini bertujuan mengurangi sikap terlalu protektif dan memberi kesempatan anak untuk membangun kemampuan mandiri serta mengambil keputusan.

Free-range parenting merupakan pola pengasuhan yang memberi anak kesempatan melakukan aktivitas tanpa pengawasan terus-menerus. Orang tua tetap hadir memberikan arahan, tetapi tidak selalu mengatur setiap langkah yang dilakukan anak.

Pendukung pola asuh ini menilai anak perlu merasakan konsekuensi alami dari pilihan mereka agar memiliki keterampilan menghadapi kehidupan. Meski demikian, penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan usia anak, lingkungan, dan kondisi keamanan sekitar.

Salah satu ciri free-range parenting adalah memberikan waktu bermain yang lebih bebas tanpa jadwal yang terlalu padat. Anak diberi kesempatan mengembangkan kreativitas melalui aktivitas yang sesuai dengan minat mereka.

Selain itu, konsep ini juga mendorong anak untuk lebih sering beraktivitas di luar ruangan. Bermain di alam terbuka dinilai dapat membantu anak mengeksplorasi lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap perangkat digital.

Dalam penerapannya, anak juga diberikan tanggung jawab secara bertahap. Orang tua dapat mulai memberikan kepercayaan melalui tugas sederhana hingga aktivitas yang lebih kompleks sesuai perkembangan kemampuan anak.

Meski memberikan kebebasan, free-range parenting bukan berarti orang tua mengabaikan keselamatan. Perlindungan tetap menjadi bagian penting, seperti memastikan anak memahami aturan keamanan saat bermain atau melakukan aktivitas di luar rumah.

Pola asuh ini mengajak orang tua menemukan keseimbangan antara perlindungan dan kemandirian. Dengan pendampingan yang tepat, anak diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi berbagai situasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....