SDN Panaongan III Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Pengajian

  • 16 Jun 2026 16:28 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Susmenep - SDN Panaongan III Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, menggelar pengajian umum dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Acara tersebut dilaksanakan di halaman sekolah pada Selasa, 16 Juni 2026, dengan menghadirkan KH. Mohammad Muslih Adnan, Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatut Ta’limiyah Pamekasan, sebagai penceramah utama.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat. Sejumlah kepala sekolah dari wilayah sekitar, guru ngaji, Kepala Desa Panaongan, tokoh masyarakat, wali murid, serta warga umum memadati lokasi acara. Kehadiran mereka menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan keagamaan yang dipadukan dengan pendidikan.

Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, http://S.Pd., menyatakan bahwa peringatan 1 Muharram merupakan momentum penting untuk refleksi. Ia menekankan perlunya memperkuat kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat guna membangun pendidikan yang lebih baik. Menurutnya, semangat hijrah harus diwujudkan melalui peningkatan mutu layanan pendidikan.

“Momentum 1 Muharram ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Sekolah, guru, tenaga kependidikan, wali murid, dan masyarakat harus terus memperkuat kerja sama demi kemajuan pendidikan anak-anak kita,” ujar Agus Sugianto.

Pada kesempatan yang sama, Agus Sugianto menyampaikan apresiasi kepada KH. Mohammad Muslih Adnan dan para tokoh yang memberikan perhatian serta ucapan selamat kepada SDN Panaongan III. Ucapan selamat itu diberikan atas keberhasilan siswa kelas VI Tahun Pelajaran 2025–2026. Apresiasi datang dari tokoh tingkat nasional hingga kecamatan.

Dalam tausiyahnya, KH. Mohammad Muslih Adnan menegaskan bahwa tantangan pendidikan era digital tidak hanya mencetak anak cerdas secara intelektual. Menurutnya, generasi ideal harus memiliki keseimbangan antara kecerdasan berpikir, kemuliaan akhlak, dan kekuatan iman. Ketiga aspek itu harus berjalan beriringan.

“Banyak orang yang memiliki kecerdasan luar biasa, tetapi akhlaknya tidak mencerminkan kecerdasannya. Karena itu, otak yang pintar harus dibarengi dengan akhlak yang baik dan iman yang kuat agar mampu menghadapi tantangan zaman,” ungkap KH. Muslih.

KH. Muslih juga mengingatkan dampak besar perkembangan teknologi, khususnya telepon genggam dan media sosial, terhadap generasi muda. Ia menilai peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sangat penting untuk membangun benteng moral dan spiritual anak sejak usia dini agar tidak mudah terpengaruh hal negatif.

Acara semakin meriah dengan penampilan seorang siswa kelas I yang menunjukkan kemampuan menghafal perkalian 1 sampai 10 menggunakan metode Bodimatika tanpa catatan. Siswa tersebut juga menjawab pertanyaan ilmu tasrif secara spontan. Penampilan ini mendapat apresiasi karena membuktikan pendidikan dasar dapat selaras dengan penguatan ilmu agama dan karakter.

Kegiatan pengajian berlangsung tertib, khidmat, dan penuh nuansa kekeluargaan. Melalui peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, SDN Panaongan III berharap dapat terus memperkuat budaya religius sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan yang berorientasi pada pembentukan generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....