Mengenang Nasionalisme Ala Bung Karno: Semangat Persatuan yang Tak Lekang Zaman
- 12 Jun 2026 10:02 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Setiap bulan Juni, bangsa Indonesia kembali mengenang sosok proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno atau yang akrab disapa Bung Karno. Sosoknya tidak hanya dikenang sebagai pemimpin perjuangan kemerdekaan, tetapi juga sebagai tokoh yang meletakkan fondasi nasionalisme Indonesia yang khas, inklusif, dan berorientasi pada persatuan bangsa.
“Bagi Bung Karno, nasionalisme bukan sekadar rasa cinta terhadap tanah air. Nasionalisme harus menjadi kekuatan yang menyatukan seluruh elemen bangsa tanpa memandang suku, agama, bahasa, maupun golongan. Ia menolak nasionalisme sempit yang menganggap bangsa lain lebih rendah. Sebaliknya, Bung Karno mengajarkan bahwa nasionalisme Indonesia harus berjalan seiring dengan nilai kemanusiaan dan penghormatan terhadap bangsa lain,” kata Slamet Wahedi, Peneliti Pusat Study Budaya Madura Universitas PGRI (UPI) Sumenep, saat di LKta Indonesia RRI, Kamis 11 Juni 2026.
Pemikiran tersebut, menurut Set Wahedi, panggilan akrab Slamet Wahedi, tercermin dalam konsep sosio-nasionalisme yang dikembangkannya sejak masa pergerakan. Melalui konsep itu, nasionalisme tidak hanya bertujuan membebaskan Indonesia dari penjajahan, tetapi juga menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Bung Karno meyakini bahwa kemerdekaan politik harus diikuti dengan kemerdekaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Nasionalisme ala Bung Karno juga erat kaitannya dengan semangat gotong royong. Ia bahkan menyebut gotong royong sebagai inti dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam pandangannya, kemajuan Indonesia tidak dapat dicapai melalui individualisme, melainkan melalui kerja bersama dan solidaritas sosial. Nilai inilah yang kemudian menjadi salah satu fondasi penting dalam pembangunan karakter bangsa Indonesia.
Di tengah tantangan zaman modern, nilai-nilai nasionalisme yang diwariskan Bung Karno tetap relevan. Arus globalisasi, perkembangan teknologi, serta maraknya penyebaran informasi yang tidak terverifikasi menuntut masyarakat untuk terus memperkuat rasa kebangsaan. Nasionalisme tidak lagi diwujudkan melalui perjuangan fisik, melainkan melalui kontribusi nyata dalam menjaga persatuan, menghormati keberagaman, dan membangun bangsa sesuai bidang masing-masing.
Generasi muda memiliki peran penting dalam melanjutkan semangat tersebut. Menghargai perbedaan, mencintai produk dalam negeri, menjaga budaya bangsa, serta aktif berkontribusi dalam pembangunan merupakan bentuk nasionalisme yang relevan di era sekarang. Semangat itu sejalan dengan pesan Bung Karno agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki sendiri dan percaya pada kemampuan bangsanya.
Mengenang nasionalisme ala Bung Karno bukan sekadar mengenang sejarah. Lebih dari itu, menjadi momentum untuk merefleksikan kembali nilai persatuan, gotong royong, dan keadilan sosial yang menjadi cita-cita besar para pendiri bangsa. Di tengah berbagai perbedaan yang ada, semangat nasionalisme yang inklusif dan humanis sebagaimana diajarkan Bung Karno tetap menjadi perekat utama keutuhan Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....