Memutus Mata Rantai Bullying dan Pelecehan Seksual di Pesantren
- 08 Jun 2026 11:16 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter, akhlak, dan pengetahuan keagamaan santri. Namun, kasus perundungan (bullying) dan pelecehan seksual yang masih terjadi di sejumlah pesantren menjadi tantangan serius yang perlu mendapat perhatian bersama.
Korban sering kali enggan melapor karena takut, malu, atau khawatir tidak dipercaya. Tidak sedikit yang memilih diam karena merasa berada dalam posisi yang lemah dibanding pelaku. Akibatnya, kasus kekerasan berpotensi terus berulang dan sulit terungkap.
Salah satu faktor yang kerap menjadi sorotan adalah relasi kuasa yang tidak seimbang. Menurut Aimanul Muslimah, salah satu alumni santri di Sumenep mengatakan hubungan hierarkis antara pengasuh, pengurus, senior, dan santri memang diperlukan dalam proses pendidikan. Namun, relasi tersebut dapat menjadi masalah ketika disalahgunakan untuk menekan atau membungkam korban. "Karena itu, diperlukan upaya memutus praktik relasi kuasa yang berpotensi melahirkan penyalahgunaan wewenang" ujarnya pada Senin 8 Juni 2026.
Langkah ini bukan untuk menghilangkan penghormatan kepada guru atau pengasuh, melainkan memastikan setiap santri memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan dan keadilan. Pesantren juga perlu menyediakan ruang pengaduan yang aman, mudah diakses, dan menjamin kerahasiaan korban. Mekanisme pelaporan yang jelas akan membantu santri menyampaikan keluhan tanpa rasa takut terhadap intimidasi maupun stigma dari lingkungan sekitar.
Selain itu, pendidikan mengenai pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual harus diberikan secara rutin. Santri, pengurus, dan tenaga pendidik perlu memahami pentingnya menghormati hak orang lain serta mengenali langkah yang harus dilakukan ketika menemukan atau mengalami tindakan kekerasan.
Pada akhirnya, pesantren yang sehat adalah pesantren yang mampu melindungi seluruh santrinya. Dengan sistem pengaduan yang aman, penanganan kasus yang transparan, dan komitmen memutus penyalahgunaan relasi kuasa, pesantren dapat menjadi ruang belajar yang nyaman sekaligus aman bagi semua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....