Mengapa Sebagian Orang Merasa Dekat dengan Tokoh Fiksi?

  • 30 Mei 2026 08:12 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Perasaan tertarik pada tokoh fiksi ternyata bukan hal asing bagi sebagian orang. Kedekatan emosional dengan karakter dalam anime, film, novel, atau gim bahkan dikenal dengan istilah fictosexuality.

Fictosexuality menggambarkan kondisi ketika seseorang merasakan ketertarikan emosional atau romantis terhadap karakter fiksi. Tokoh tersebut tidak hadir di dunia nyata, namun hubungan batin yang terbentuk bisa terasa kuat dan nyata bagi orang yang mengalaminya.

Fenomena ini makin sering dibicarakan seiring berkembangnya budaya populer dan media digital. Karakter fiksi kini hadir dengan cerita yang lebih mendalam, latar emosional yang kuat, dan kepribadian yang dirancang detail. Hal itu membuat sebagian orang merasa terhubung secara personal.

Bagi mereka yang mengalami fictosexuality, hubungan dengan karakter fiksi bisa memberi rasa nyaman, aman, dan dipahami. Ada yang merasa karakter tertentu menjadi tempat pelarian saat sedang menghadapi tekanan hidup. Ada juga yang merasa tokoh tersebut mewakili sosok ideal yang sulit ditemui di kehidupan nyata.

Psikolog melihat ketertarikan terhadap karakter fiksi sebagai bagian dari pengalaman emosional manusia yang cukup kompleks. Pada dasarnya, otak bisa membangun kedekatan dengan sesuatu yang sering dilihat, dibaca, atau dipikirkan, meski objeknya tidak benar-benar ada.

Hal serupa juga terlihat saat seseorang merasa sangat terikat dengan tokoh dalam serial favorit hingga ikut merasa sedih, marah, atau bahagia mengikuti alur ceritanya. Dalam beberapa kasus, keterikatan itu berkembang menjadi rasa romantis.

Meski begitu, fictosexuality tidak selalu berarti seseorang menolak hubungan nyata atau menutup diri dari lingkungan sosial. Sebagian orang tetap menjalani kehidupan seperti biasa dan memandang ketertarikan pada karakter fiksi sebagai bentuk ekspresi perasaan pribadi.

Di tengah perkembangan dunia hiburan digital yang semakin luas, fenomena ini menjadi gambaran baru tentang bagaimana manusia membangun koneksi emosional. Tokoh fiksi tak lagi hanya sebatas hiburan, tetapi bagi sebagian orang bisa menghadirkan rasa dekat yang terasa sangat personal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....