Tanda- Tanda Orang yang Celaka dalam Islam
- 21 Mei 2026 06:52 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tentu menginginkan keselamatan, ketenangan dan keberkahan hidup. Namun dalam pandangan agama, ada tanda-tanda yang dapat menjadi peringatan bahwa seseorang sedang berada dalam kondisi merugi atau celaka jika tidak segera memperbaiki diri.
Ustazah Mutmainnah, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menyebut salah satu tanda orang celaka adalah ketika dia melupakan dosa-dosa masa lalu. Kesibukan dunia membuat seseorang lalai menjalankan ibadah, menganggap remeh terhadap dosa-dosa yang dilakukannya. Bahkan tidak lagi peduli terhadap perbuatan baik maupun buruk yang dilakukan dan lupa bertaubat.
“Selain itu, orang yang merasa dirinya paling benar dan sulit menerima nasihat juga termasuk dalam golongan yang perlu waspada," katanya saat di Mutiara Pagi RRI, Kamis, 21 Mei 2026. "Sikap sombong membuat seseorang enggan introspeksi dan menutup pintu perbaikan diri, padahal setiap manusia tidak luput dari kesalahan."
Ia menambahkan, tanda lainnya ialah ketika hidup dipenuhi keinginan dunia dan selalu melihat ke atas urusan dunia. Merasa kurang dari apa yang telah dimiliknya, bahkan iri terhadap keberhasilan orang lain. Dalam ajaran Islam, hati yang dipenuhi dengki akan sulit merasakan ketenangan.
Tidak bersyukur atas nikmat yang dimiliki juga menjadi tanda yang patut diwaspadai. Seseorang yang terus mengeluh dan merasa kurang akan sulit menikmati hidup meski memiliki banyak rezeki. Rasa syukur justru menjadi kunci datangnya ketenangan batin.
Tanda lainnya menurut Mutmainnah adalah seseorang yang celaka hidupnya saat melihat kebawah dalam urusan ibadah. Merasa dirinya telah banyak melakukan kebaikan, menganggap lebih baik dalam urusan amalan, sehingga dia menjadi ujub.
Ia mengingatkan masyarakat agar menjadikan tanda-tanda tersebut sebagai bahan evaluasi diri. Memperbanyak ibadah, menjaga lisan dan memperbaiki hubungan dengan sesama dinilai menjadi langkah penting agar hidup lebih berkah. Selain itu terhindar dari kerugian dunia maupun akhirat.
Momentum refleksi diri juga dinilai penting di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat. Dengan memperkuat iman dan kepedulian sosial, masyarakat diharapkan mampu membangun kehidupan yang lebih harmonis dan penuh nilai kebaikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....