Meraih Haji Mabrur, Bekal Pulang Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

  • 09 Mei 2026 09:59 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan spiritual untuk membentuk pribadi yang lebih bertakwa. Melaksanakan ibadah haji merupakan salah satu dari hukum atau kewajiban bagi seorang Muslim. Hal tersebut disampaikan oleh ustadz Ahmad Said Samsuri, Kasi PAIS Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep saat di Mutiara Pagi RRI, Sabtu, 9 Mei 2026.

Ia menyampaikan bahwa predikat haji mabrur merupakan harapan terbesar setiap jamaah haji. “Bahwa salah satu pondasi awal untuk menjadi haji mabur adalah meluruskan niat semata-mata ikhlas karena Allah SWT. Perintahnya diawali dengan walillah. Tidak ada perintah-perintah Allah dalam Al-Quran, Yang diawali dengan kalimat walillah, kecuali haji ini,” katanya menjelaskan.

Said menambahkan haji mabrur ditandai dengan meningkatnya ketakwaan, akhlak yang lebih baik, serta kepedulian terhadap sesama. Banyak orang beranggapan bahwa haji cukup dinilai dari kesempurnaan ritual. Padahal, inti dari ibadah haji adalah keikhlasan, kesabaran, dan kemampuan menjaga hati selama menjalankan ibadah.

Dalam kesempatan tersebut, Said juga mengingatkan kepada yang sudah terpanggil melaksanakan ibadah haji, agar mempersiapkan diri tidak hanya secara materi, tetapi juga mental dan spiritual. Menurutnya, perjalanan haji penuh dengan ujian, mulai dari kondisi cuaca, kepadatan jamaah, hingga pengendalian emosi.

“Jangan sampai setelah pulang haji justru kembali pada kebiasaan lama. Haji harus menjadi titik perubahan menuju kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Ia menambahkan bahwa salah satu ciri haji mabrur adalah semakin rajin beribadah, menjaga silaturahmi, serta menjauhi perbuatan yang merugikan orang lain. Selain itu, jamaah juga diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....