Dhulqa'dah: Bulan Haram, Bulan Persiapan menuju Baitullah

  • 04 Mei 2026 10:00 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Dzulqa’dah merupakan salah satu dari empat bulan suci dalam Islam yang memiliki keutamaan besar. Pada bulan ini, Allah SWT melipatgandakan pahala bagi setiap amal kebaikan yang dilakukan. Sebaliknya, segala bentuk maksiat dan pelanggaran terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya juga akan dilipatgandakan dosanya.

Hal tersebut disampaikan oleh Akhmad Syarif Fatoni, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, dalam program Mutiara Pagi RRI, Senin 4 Mei 20206. Ia menjelaskan bahwa Dzulqa’dah menjadi momentum penting bagi para jemaah haji untuk mempersiapkan diri, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.

“Bulan Dzulqa’dah merupakan masa persiapan bagi para jemaah haji, mulai dari kesiapan jiwa, mental, ruhani, hingga fisik. Selain itu, umrah di bulan ini sangat istimewa karena Rasulullah SAW pernah melaksanakan umrah sebanyak empat kali pada bulan Dzulqa’dah,” ujarnya.

Dzulqa’dah juga dikenal sebagai salah satu bulan haji (Syahrul Hajj), bersama Syawal dan sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Pada masa ini, umat Islam telah diperbolehkan untuk memulai ihram haji, yang menunjukkan keterkaitan erat bulan ini dengan pelaksanaan rukun Islam kelima.

“Dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah selama Dzulqa’dah. Di antaranya adalah puasa sunnah, seperti puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah, puasa Senin dan Kamis, serta puasa Daud. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk meningkatkan ibadah lainnya, seperti salat berjamaah, memperbanyak sedekah, dan membaca Al-Qur’an,” katanya menambahkan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga perilaku selama bulan suci ini, dengan tidak mendzalimi diri sendiri maupun orang lain, serta menghindari konflik dan perdebatan, meskipun berada di pihak yang benar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....