DKPP Sumenep Intens Awasi Hewan Ternak jelang Idul Adha

  • 27 Apr 2026 09:56 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep mengintensifkan pemantauan dan pengawasan hewan ternak di sejumlah pasar hewan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasinya adanya hewan ternak berpenyakit yang dijual supaya tidak berdampak terhadap kesehatan masyarakat khususnya yang mengkonsumdi daging ternak.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Sumenep, Zulfa mengatakan, Instansinya rutin melakukan monitoring ke pasar hewan sekaligus melakukan pemeriksaan secara sample terhadap hewan ternak yang akan dijual belikan. ”Dan saat ini, menjelang Idul Adha semakin di intensifkan. Petugas kami turun ke pasar-pasar hewan,” kata Sulfa, Senin 27 April 2026.

Menurut dia, petugas DKPP di tim kesehatan hewan mulai berkeliling di sejumlah pasar hewan termasuk diwilayah Kepulauan. Bahkan, kedepan pengawasan tidak hanya dilakukan di pasar-pasar hewan, tetapi juga ke lapak penjual hewan ternak baik sapi maupun kambing.

”Karena biasanya menjelang Idul Adha banyak lapak musim yang didirikan masyarakat atau pedagang menyediakan hewan bagi yang akan berkurban. Nanti juga kami lakukan pengawasan,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, sejauh ini, tidak ada temuan adanya penyakit hewan yang dinyatakan menderi penyakit sesuai hasil pengawasannya di pasar-pasar hewan. Tidak satupun adanya hewan ternak yang dijual belikan di pasar yang terindikasinya mengidap penyakit mulut dan kuku (PMK) atau lumpy skin disease (LSD).

”Alhamdulillah aman, sejauh ini, tidak ada hewan yang ada di pasar-pasar hewan dinyatakan berpenyakit. Kami pastikan tidak ada hewan berpenyakit,” tegas Sulfa.

Namun demikian, pihaknya akan terus melakukan pengawasan sekaligus pemeriksaan secara acak terhadap hewan ternak di pasar hewan. Masyarakat juga diimbau supaya aktif melaporkan kepada petugas atau DKPP jika ada hewan ternak yang terindikasi mengidap penyakit.

”Tentu, masyarakat diharapkan proaktif untuk melaporkan karena SDM atau petugas kita juga terbatas. Tidak mungkin, melakukan pengawasan seluruh wilayah Sumenep,” harapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....