Keutamaan Memaafkan, Ustadz Hud Sebut sebagai Jalan Raih Keberkahan

  • 14 Apr 2026 09:38 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Keutamaan memaafkan menjadi salah satu ajaran penting dalam Islam. Hal ini ditegaskan Ustadz Ahmad Hudaifah, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, dalam dialog Mutiara Pagi RRI, Selasa, 14 April 2026. Ia menyampaikan bahwa memaafkan adalah indikator orang bertaqwa, dan ganjaran bagi orang yang memaafkan unlimited dari Allah.

“Orang yang memaafkan itu, perilakunya dekat dengan taqwa, dalam Qur’an surat Ali Imron ayat 134, Allah swt memberikan ciri karakter orang bertaqwa itu adalah dia mau memaafkan sesama manusia. Orang yang memaafkan itu akan mendapatkan pahala yang unlimited,” katanya menjabarkan.

Ia menambahkan bahwa ada tiga amalan yang pahalanya tak terbatas, yakni puasa, karena Allah sendiri yang langsung membalas. Yang kedua adalah sabar, dan berikutnya adalah memaafkan. Memaafkan mampu membersihkan hati dari penyakit batin, perasaan dendam dan amarah dapat mengganggu ketenangan jiwa seseorang. Dengan memaafkan, hati menjadi lebih lapang dan damai.

Ajaran Islam mendorong umat untuk mudah memberi maaf. Sikap ini mencerminkan akhlak mulia yang dicontohkan Nabi Muhammad. Bahkan, memaafkan orang lain dinilai lebih utama daripada membalas kesalahan, meskipun mereka mampu.

Menurut Hudaifah, memaafkan bukan berarti lemah atau tidak punya nilai. Justru, orang yang mampu menahan amarah menunjukkan kekuatan diri yang sesungguhnya dan dimuliakan. Hal ini menjadi tanda kedewasaan dalam bersikap.

“Sesungguhnya, manusia itu belajar dari kesalahan dari dirinya , bahwa dirinya juga tidak sempurna, pernah menyakita, maka belajarkah untuk muhasabah agar bisa memaafkan orang lain. Itulah kenapa harus saling memaafkan.” imbuhnya.

Ustadz Hud juga mengingatkan bahwa Allah mencintai hamba yang pemaaf. Balasan bagi orang yang memaafkan adalah pahala yang tak terbatas dan kedudukan mulia. Sikap ini menjadi jalan menuju kehidupan yang penuh berkah. Membiasakan sikap saling memaafkan dalam kehidupan sehari-hari meski tidak mudah. Terlebih dalam lingkungan keluarga sehingga tercipta suasana yang rukun dan damai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....