Rembesan atau Cadangan? Ini Cara Bedakan Sumber Minyak Bumi

  • 29 Mar 2026 16:50 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Pemahaman mengenai perbedaan sumber minyak utama dan aliran minyak permukaan penting diketahui masyarakat. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman terkait potensi migas saat muncul fenomena gas di lingkungan sekitar.

Berdasarkan kajian dalam Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral (JGSM) serta referensi buku Petroleum Geology oleh F. K. North, sumber minyak utama atau reservoir memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Berada di kedalaman ratusan hingga ribuan meter di bawah permukaan
  • Terbentuk dari material organik selama jutaan tahun
  • Tersimpan dalam batuan reservoir dan tertutup lapisan kedap (cap rock)
  • Memiliki tekanan dan volume besar
  • Bernilai ekonomis dan dapat dieksplorasi secara industri

Sementara itu, dalam publikasi Journal of Oil, Gas and Energy Engineering (JOGEE) dan Buletin Sumber Daya Geologi, aliran minyak permukaan atau rembesan (seepage) memiliki ciri-ciri:

  • Muncul di lapisan dangkal atau permukaan tanah
  • Terjadi akibat rekahan atau celah batuan
  • Volume kecil dan tidak stabil
  • Tekanan rendah, sering hanya berupa bau atau gelembung gas
  • Tidak bernilai ekonomis untuk ditambang

Perbedaan ini menunjukkan bahwa kemunculan gas atau bau belerang di permukaan tidak selalu menandakan adanya cadangan minyak besar. Fenomena tersebut lebih sering merupakan indikasi adanya sistem migas di bawah permukaan, namun bukan sumber utama.

Dengan merujuk pada berbagai jurnal dan literatur tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa eksplorasi minyak bumi memerlukan kajian ilmiah mendalam. Tidak semua tanda di permukaan dapat langsung diartikan sebagai potensi ekonomi yang bisa dimanfaatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....