AI Terjangkau Dorong Kemajuan UMKM dan Pendidikan Desa

  • 27 Mar 2026 08:15 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Onno W. Purbo, pakar teknologi informasi Indonesia, membahas potensi besar Artificial Intelligence (AI) yang terjangkau bagi pelaku usaha kecil menengah (UMKM) dan pendidikan di pedesaan. Dalam tayangan video berjudul "Affordable AI for Small Businesses and Rural Education" yang diunggah kanal INTI MEDIA, Purbo menekankan bahwa AI tidak lagi menjadi barang mewah milik perusahaan besar saja.

Menurut Purbo, kemajuan teknologi saat ini memungkinkan UMKM menggunakan AI untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Contohnya, sistem otomatis untuk membalas pesan pelanggan, mengelola inventori barang, hingga menganalisis data penjualan secara sederhana.

Hal ini dapat meningkatkan efisiensi bisnis tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi untuk infrastruktur canggih. “Kita bisa pakai AI yang murah dan terbuka, tidak perlu mahal, tidak perlu bergantung pada perusahaan besar," ujarnya.

Video tersebut menyoroti konsep AI Gotong Royong yang dikembangkan Purbo. Pendekatan ini mendorong kolaborasi komunitas untuk membangun dan berbagi model AI secara mandiri. Dengan cara ini, UMKM di daerah terpencil pun bisa mengakses tools AI tanpa bergantung pada vendor asing yang mahal.

Selain untuk bisnis, Purbo juga membahas penerapan AI dalam pendidikan pedesaan. AI dapat membantu guru membuat materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa, bahkan di sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas. Contohnya, chatbot edukasi atau sistem penilaian otomatis yang berbasis open source.

Purbo menjelaskan bahwa kunci utama adalah kemandirian digital. Masyarakat Indonesia diajak untuk tidak hanya menjadi pengguna AI, melainkan juga ikut mengembangkan solusi lokal. Dengan demikian, transformasi digital dapat merata hingga ke pelosok negeri tanpa meninggalkan kelompok marginal.

Tantangan utama yang diangkat adalah literasi digital dan akses infrastruktur. Meski AI semakin murah, masih banyak pelaku UMKM dan sekolah desa yang belum familiar dengan teknologi ini. Oleh karena itu, pendidikan dan pelatihan berbasis komunitas menjadi sangat penting.

Di akhir paparannya, Purbo optimistis bahwa dengan semangat gotong royong dan pemanfaatan AI terbuka, Indonesia dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi inklusif. “Dengan AI terjangkau dan semangat gotong royong, UMKM Indonesia bisa jauh lebih kompetitif dan pendidikan di pedesaan bisa lebih berkualitas." katanya.

UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional akan semakin kompetitif, sementara pendidikan di pedesaan semakin berkualitas dalam kegiatan sehari-hari. (RIA)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....