"Humble Bragging", saat Pamer Dibungkus Sikap Rendah Hati

  • 16 Mar 2026 10:16 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Istilah humble bragging semakin sering muncul dalam percakapan di media sosial. Di Indonesia, fenomena ini kerap disebut “merendah untuk meroket”. Istilah tersebut merujuk pada cara menyampaikan kebanggaan dengan gaya seolah merendahkan diri.

Menurut Cambridge Dictionary, humble bragging adalah pernyataan yang tampak seperti keluhan atau rasa malu, tetapi sebenarnya digunakan untuk memberi tahu orang lain tentang sesuatu yang dibanggakan. Cara ini sering dipakai agar seseorang tetap terlihat rendah hati saat menceritakan pencapaian pribadi.

Psikolog Övül Sezer dari Cornell University SC Johnson School of Business menjelaskan bahwa perilaku ini berkaitan dengan dorongan manusia untuk menunjukkan kualitas positif yang dimiliki. Pada saat yang sama, banyak orang juga ingin tetap dipandang rendah hati oleh lingkungan sosialnya.

Dalam penjelasan yang dikutip American Psychological Association, Sezer menyebut humble bragging sebagai bentuk pamer yang disamarkan melalui keluhan atau kerendahan hati yang dibuat-buat. Strategi ini dipilih karena membanggakan diri secara langsung sering dianggap kurang sopan.

Namun penelitian tersebut juga menunjukkan dampak yang tidak selalu positif. Orang yang melakukan humble bragging justru sering dinilai kurang tulus atau tidak autentik oleh orang lain. Alih-alih terlihat rendah hati, cara ini dapat memunculkan kesan pamer yang terselubung.

Fenomena serupa juga dibahas dalam kajian yang dipublikasikan di Journal of Pragmatics. Kajian tersebut menyebutkan bahwa manusia cenderung ingin menunjukkan kualitas positif kepada orang lain, tetapi tetap berusaha menjaga citra agar tidak dianggap sombong.

Di era media sosial, bentuk komunikasi seperti ini semakin mudah ditemukan. Unggahan yang terlihat seperti keluhan atau candaan kadang sebenarnya berisi pencapaian, pengalaman, atau gaya hidup yang ingin diperlihatkan kepada publik. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana seseorang berusaha menyeimbangkan kebutuhan untuk diakui dengan citra rendah hati di hadapan orang lain.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....