Daul Kombo Sampang Dari Hobi Jadi Kebanggaan

  • 14 Mar 2026 04:11 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sampang- Musik tradisional daul kombo khas Madura terus bertahan di tengah perkembangan zaman, bahkan menjadi kebanggaan bagi para pelakunya.

Di Kabupaten Sampang, kesenian tabuh kayu yang khas itu bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ketua Daul Putra Rajawali Original Sampang Madura, Fiki Arianto, disaat berdilaog kita indonesia RRI Sampang, Kamis (12 Maret 2026) mengatakan daul kombo memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan jenis musik tradisional lainnya.

"Perbedaan utama terletak pada alat musik yang digunakan serta komposisi bunyi yang dihasilkan.

"Kalau daul kombo itu alat musiknya lebih sederhana, biasanya hanya kendang, suling, dan harmonika," ujar Fiki Arianto.

Kata Fiki, berbeda dengan daul dug-dug yang menggunakan banyak alat tabuh dari kayu. Bunyi khas dari pukulan kayu tersebut menjadi identitas kuat kesenian Madura yang juga dikenal dengan istilah tong-tong di daerah lain seperti Sumenep.

"Kesenian daul tidak hanya berkembang di Sampang tetapi juga di empat kabupaten di Madura. Namun, daul kombo justru dikenal sebagai salah satu ciri khas yang kuat dari Kabupaten Sampang," terangnya. Sabtu 14 Maret 2026

Diterangkannya di Sampang sendiri jumlah grup daul kombo cukup banyak, diperkirakan mencapai 20 hingga 25 kelompok. Sayangnya, kesempatan tampil bagi para seniman masih terbatas karena event besar biasanya hanya digelar sekali dalam setahun menjelang Lebaran Ketupat.

"Meskipun demikian, para pemain tetap menjaga semangat berkesenian. Bagi mereka, daul bukan sekadar hobi, tetapi juga menjadi jalan untuk menjaga warisan budaya sekaligus mempererat kebersamaan hingga terasa seperti keluarga besar di dalam satu grup,"ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....