Industri Fashion Bungkam Soal Produksi, Mengapa?
- 08 Mar 2026 08:30 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID - Sumenep - Data berapa banyak pakaian yang diproduksi merek fashion setiap tahunnya ternyata jarang diketahui publik. Padahal angka produksi berkaitan langsung dengan dampak lingkungan industri fashion.
Isu ini menjadi sorotan melalui kampanye Speak Volumes. Kampanye ini didirikan oleh The Or Foundation pada 2023. Tujuannya mendorong brand fashion mengungkap volume produksi mereka secara terbuka.
Namun respon industri masih sangat terbatas. Dari lebih dari seribu brand yang diajak bergabung, hanya sebagian kecil yang setuju. Banyak perusahaan tetap enggan mempublikasikan angka produksi mereka, demikian dikutip dari Vogue.
Salah satu alasan utamanya adalah tidak adanya aturan yang mewajibkan transparansi. Tanpa regulasi, perusahaan bebas memilih apakah ingin membuka data atau tidak. Akibatnya, hanya sekitar sembilan persen brand yang membagikan informasi produksi.
Ada juga kekhawatiran tentang persepsi publik. Brand kecil takut dinilai buruk jika angka produksinya terlihat besar. Sementara itu, brand besar khawatir mendapat kritik karena produksi mereka jauh lebih masif.
Ketidakpastian bisnis juga membuat perusahaan ragu membuka data. Volume produksi sering berubah mengikuti permintaan pasar. Jika angka meningkat, brand khawatir dianggap tidak konsisten terhadap komitmen keberlanjutan.
Masalah lain berasal dari kompleksitas rantai pasok global. Data produksi sering tersebar di berbagai sistem dan wilayah. Hal ini membuat pengumpulan data menjadi lebih rumit bagi perusahaan besar.
Meski begitu, beberapa brand mulai membuka data produksi mereka. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas industri. Namun jumlahnya masih sangat kecil dibandingkan keseluruhan pasar.
Para ahli menilai transparansi volume produksi sangat penting. Tanpa data dasar, sulit mengukur dampak lingkungan industri fashion. Upaya mengatasi limbah tekstil juga menjadi tidak efektif.
Pada akhirnya, persoalan ini menyentuh inti model bisnis fashion. Industri fashion selama ini bergantung pada produksi dalam jumlah besar. Karena itu, membuka data produksi bisa memicu perdebatan tentang batas pertumbuhan industri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....