Praktisi Ekonomi Madura Minta Pengawasan Peredaran Uang Palsu Diperketat

  • 02 Mar 2026 12:59 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Praktisi Ekonomi Madura, Hairul Umam, mendesak otoritas terkait untuk memperketat pengawasan terhadap peredaran uang palsu di wilayah Madura. Langkah antisipasi ini dinilai sangat krusial mengingat potensi penyebaran uang tidak sah cenderung meningkat pada periode tertentu.

Kekhawatiran tersebut didasari oleh karakteristik masyarakat setempat yang masih sangat bergantung pada penggunaan uang tunai. Transaksi kas yang masif di pasar-pasar tradisional menjadi celah bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu.

Hairul Umam menekankan bahwa tingginya perputaran uang tunai di sektor informal menyimpan risiko besar bagi pedagang kecil.

"Tingginya transaksi tunai di pasar tradisional juga menyimpan risiko yang patut diantisipasi," ujarnya, Senin 2 Maret 2026.

Pihak perbankan dan aparat penegak hukum diharapkan dapat meningkatkan intensitas sosialisasi metode 3D kepada masyarakat luas. Edukasi mengenai cara membedakan uang asli dan palsu harus menyasar hingga ke pelosok desa agar warga tidak menjadi korban kerugian material.

Menurut Hairul Umam, pengawasan yang lemah dapat merusak stabilitas ekonomi mikro dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap alat pembayaran sah.

"Fenomena peredaran uang palsu seringkali meningkat seiring dengan padatnya aktivitas transaksi kas," katanya.

Pedagang di pasar rakyat diminta untuk lebih waspada dan tidak ragu memeriksa setiap lembaran uang pecahan besar yang diterima. Keberadaan alat pendeteksi uang atau sinar ultraviolet di setiap titik transaksi strategis sangat disarankan untuk meminimalkan risiko.

Koordinasi antara Bank Indonesia dengan kepolisian daerah perlu diperkuat guna memutus rantai distribusi uang palsu dari hulu ke hilir. Diharapkan dengan pengawasan yang ketat, masyarakat dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman tanpa rasa cemas akan peredaran uang ilegal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....