Semanis Kurma: Ruang Literasi Keagamaan saat Ramadan
- 21 Feb 2026 05:44 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - RRI Sumenep kembali hadirkan program Semanis Kurma melalui Programa 1. Program ini menyapa pendengar selama bulan Ramadan, mengudara setiap sore menjelang berbuka puasa sebagai ruang literasi keagamaan. Siaran ini mengangkat nilai spiritual serta sosial masyarakat. Program tersebut. Narasumber berasal dari tokoh agama, ulama dan penyuluh agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep.
Diawali dengan tausiyah singkat di awal acara, dilanjutkan dengan dialog interaktif bersama pendengar. Melalui telepon dan live chat YouTube RRI Sumenep Net, pendengar dapat menyampaikan pertanyaan seputar Ramadan maupun ilmu keislaman secara umum. Interaksi tersebut diharapkan mempererat kedekatan RRI dengan publik.
Semanis Kurma perdana di 1 Ramadan 1447 H, bersama K.H M. Bahrul Widad, Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Sumenep. Diawal tausyiahnya, melalui progran semanis kurma, Ia mengajak masyarakat agar ‘hidup semakin manis’, yakni manis wajahnya, manis senyumnya, ibadahnya juga tambah manis , terhadap sesama dan kepada Allah juga semakin manis. “Jika kita tahu manisnya bulan Ramadan, niscaya kita akan meminta sepanjang tahun adalah bulan Ramadan, karena kita gak tahu makanya keburu hari raya”, ujarnya sambil senyum sumringah, Kamis, 19 Pebruari 2026.
Pendengar sangat antusias berinteraksi dengan nara sumber, bertanya seputar sholat tarawih, hukum safar saat puasa bagi orang yang muntah di perjalanan. Begitupun melalui live chat RRI Sumenep Net, banyak yang mengapresiasi program semanis kurma dan berbagai komentar seputar keIslaman. Begitupun jalur Whats Up, yang tidak sepi dari pertanyaan pendengar yang ingin mendapatkan jawaban atas hal-hal yang ingin diketahuinya.
Salah satu pendengar semanis kurma, Mohammad Irama , warga Desa Beringin Kecamatan Dasuk, bertanya dengan menggunakan bahasa Madura tentang hukum laki-laki yang menyerupai perempuan karena menggunakan sarung perempuan. Langsung ditanggapi oleh K.Bahrul bahwa jelas haram jika laki-laki menyerupai perempuan begitupun sebaliknya. “Jika konteks sarung perempuan yang digunakan oleh laki-laki, tergantung gaya penggunaannya. Jika dipakai seperti ala perempuan maka haram, tapi jika digukan ala laki-laki maka tidak apa-apa, begitupun jika perempuan menggunakan sarung laki-laki. Jadi tidak semua yang menyerupai langsung di vonis haram, ada rambu-rambu yang membatasi haramnya seperti apa,” jawab K. Bahrul atas pertanyaan salah seorang pendengar melalui jalur telepon.
Meski tidak semua pendengar bisa berinteraksi di program ini, termasuk melalui WA dan komentar di live chat youtube, tidak semuanya terjawab oleh nara sumber, namun masyarakan banyak belajar dari apa yang disampaikan nara sumber atas pertanyaan masyarakat. Semanis kurma hadir setiap hari Senin hingga Ahad selama bulan Ramadan dari pukul 16.30 WIB hingga jelang Adzan Magrib.
RRI Sumenep berkomitmen menghadirkan siaran edukatif dan informatif. Program ini menjadi bagian dari layanan publik di bidang penyiaran. Kehadiran Semanis Kurma diharapkan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....