Mengilhami Makna "Agama adalah Nasihat” pada Kehidupan Modern
- 18 Feb 2026 09:52 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep : Nasihat dalam Islam bukan sekadar ucapan yang keluar dari lisan, melainkan cerminan dari hati yang tulus. Dalam ajaran Islam, nasihat memiliki kedudukan yang sangat tinggi karena ia berkaitan langsung dengan keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab moral terhadap sesama. Rasulullah ﷺ bahkan menegaskan pentingnya hal ini dalam sabdanya:
“Agama adalah nasihat.”
Para sahabat bertanya, “Untuk siapa, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Untuk Allah, untuk Kitab-Nya, untuk Rasul-Nya, untuk para pemimpin kaum Muslimin, dan untuk seluruh kaum Muslimin.”
(HR. Imam Muslim dalam Shahih Muslim)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa inti ajaran Islam berdiri di atas ketulusan. Nasihat bukan hanya memberi saran, tetapi mengandung makna kejujuran, kesetiaan, dan keinginan agar pihak yang dinasihati mendapatkan kebaikan. Oleh karena itu, seseorang yang menasihati harus meluruskan niatnya agar tidak tercampur dengan rasa ingin merendahkan atau menunjukkan kelebihan diri.
Dalam praktiknya, nasihat dapat diberikan dengan berbagai cara yang bijak. Islam mengajarkan agar nasihat disampaikan dengan kelembutan dan hikmah. Allah memerintahkan berdakwah dengan cara yang baik, karena tujuan utama nasihat adalah memperbaiki, bukan mempermalukan. Ketika nasihat diberikan dengan kasih sayang, hati yang keras pun dapat menjadi lunak.
Adab dalam menasihati juga sangat penting. Menurut Penyuluh Agama Kemenag Sumenep Ust Romaiki Hafni saat berdialog Mutiara Pagi pada Rabu 18 Februari 2026 menjelaskan bahwa menasihati secara pribadi lebih utama daripada di depan umum, karena lebih menjaga kehormatan dan lebih dekat kepada keikhlasan. Nasihat yang benar bisa kehilangan pengaruhnya jika disampaikan dengan nada kasar atau disertai celaan. "Sebaliknya, kalimat sederhana yang lahir dari hati yang tulus sering kali lebih menyentuh dan membekas", menurutnya.
Selain kewajiban menasihati, seorang Muslim juga dituntut untuk siap menerima nasihat. Tidak ada manusia yang sempurna dan bebas dari kesalahan. Sikap terbuka terhadap kritik merupakan tanda kematangan iman dan kerendahan hati. Orang yang bijak tidak merasa terhina ketika dinasihati, tetapi justru bersyukur karena ada yang peduli terhadap dirinya.
Dalam kehidupan sehari-hari, budaya saling menasihati sangat dibutuhkan. Di lingkungan keluarga, nasihat mempererat hubungan dan membentuk karakter yang baik. Di masyarakat, nasihat menjaga nilai kejujuran dan keadilan. Tanpa nasihat, kesalahan bisa dianggap wajar dan akhirnya merusak tatanan bersama.
Dengan demikian, nasihat adalah wujud nyata dari cinta dan tanggung jawab. Ia menghubungkan manusia dengan Tuhannya dan dengan sesamanya melalui ketulusan. Ketika nasihat disampaikan dengan ikhlas dan diterima dengan lapang dada, maka terciptalah kehidupan yang saling menguatkan dalam kebaikan dan ketakwaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....