jelang Ramadan dan Libur Santri Kapal menuju Kangean Alami Lonjakan

  • 13 Feb 2026 00:49 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Aktivitas di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, mengalami peningkatan seiring rencana keberangkatan kapal Hulalo tujuan Kangean. Ramainya penumpang dipicu masa libur santri asal Kangean yang menempuh pendidikan di wilayah Madura serta banyak masyarakat yang ingin pulang kampung jelang ramadan.

Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget Sumenep, Aswar Anas, menyampaikan bahwa kepadatan penumpang masih dalam batas wajar. Berdasarkan pendataan petugas, jumlah calon penumpang berkisar antara 500 hingga 600 orang.

“Data yang kami pegang berada di kisaran ratusan penumpang. Informasi yang menyebutkan sampai ribuan itu tidak sesuai dengan catatan resmi kami,” ujarnya, kamis 12 Februari 2026.

Menurut Aswar, keramaian di area pelabuhan juga dipengaruhi oleh keberadaan pengantar, pedagang, serta petugas yang bertugas, sehingga terlihat lebih padat dari jumlah penumpang sebenarnya.

Ia menjelaskan, saat ini layanan penyeberangan juga dipengaruhi oleh belum beroperasinya beberapa kapal. Kapal Express Bahari sedang menjalani docking dalam rangka persiapan angkutan Lebaran, sementara Dharma Bahari Sumekar masih dalam tahap persiapan untuk kembali melayani penumpang.

“Kondisi ini membuat arus penumpang terfokus pada kapal yang tersedia. Namun, kami tetap mengatur agar kapasitas tidak melebihi batas,” ujarnya. KSOP menekankan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Setiap kapal wajib memenuhi kapasitas tempat duduk serta kelengkapan alat keselamatan sebelum diberangkatkan.

Untuk kondisi cuaca, perairan Kalianget terpantau berawan tebal dengan angin berkisar 3–9 knot dan tinggi gelombang 0,10–0,50 meter. Sementara di perairan Kangean, cuaca dilaporkan hujan ringan dengan angin 11–17 knot serta gelombang 0,70–1,5 meter.

Menjelang Ramadan, pihak KSOP juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pondok pesantren guna mengantisipasi lonjakan penumpang santri yang hendak pulang kampung.

“Kami berharap ada pemberitahuan lebih awal dari pihak pesantren agar jadwal keberangkatan bisa diatur dengan baik, sehingga penumpang umum dan santri sama-sama terlayani,” kata Aswar.

Ia menambahkan, lonjakan penumpang biasanya terjadi pada periode pra-Ramadan, ketika masyarakat ingin menjalani awal puasa di kampung halaman. Tahun ini, momen tersebut juga bertepatan dengan libur panjang Imlek.

KSOP Kalianget mengimbau seluruh calon penumpang untuk mematuhi arahan petugas di lapangan dan tidak memaksakan diri naik kapal jika kapasitas telah terpenuhi. “Jika kuota sudah penuh, silakan menunggu keberangkatan berikutnya. Keselamatan tetap menjadi yang utama,” ucapnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....