Demi Viral, Tren Iseng Rusak Dunia Kerja di Jepang
- 12 Feb 2026 19:28 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - 'Baito tero' kini mengancam reputasi bisnis di Jepang. Banyak insiden muncul demi konten viral di media sosial. Fenomena ini membuat perusahaan kewalahan menghadapi dampaknya.
Baito tero berarti part-time job terrorism dalam istilah Jepang. Istilah ini mencampurkan kata “baito” dan “terrorism”. Maksudnya, prank atau aksi konyol oleh pekerja sambilan yang diposting online. Demikian seperti dilansir dari laman South China Morning Post.
Menurut laporan terbaru, sekitar satu dari empat perusahaan Jepang pernah mengalami kasus ini. Data ini dirilis oleh penyedia jasa sumber daya manusia di Tokyo. Mayoritas insiden diketahui karena video yang dibagikan pelaku.
Kejahilan ini banyak terjadi di bar karaoke, hotel, dan restoran. Selain itu, toko serba ada dan pabrik juga jadi tempat baito tero. Pelaku sering merekam aksi konyol saat bekerja.
Salah satu kasus terkenal melibatkan dua karyawan restoran ramen. Mereka terlihat bermain lempar telur di dapur setelah jam kerja. Atas video itu, mereka dipecat dan perusahaan menuntut ganti rugi.
Perusahaan Kairikiya mengklaim insiden tidak melayani pelanggan saat itu. Namun video tetap merusak image dan bisnis mereka. Kini mereka memperketat aturan kerja dan menuntut pihak yang bersalah.
Psikolog mengatakan banyak pelaku baito tero termotivasi demi “ketenaran” internet. Mereka mengorbankan etika profesional untuk jumlah tontonan. Dampaknya membuat perusahaan semakin waspada dengan konten karyawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....