Wejangan Rasulullah di Akhir Bulan Sya’ban dalam Menyambut Ramadhan
- 12 Feb 2026 09:10 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Wejangan Rasulullah di Akhir Bulan Sya’ban dalam Menyambut Ramadhanmenep - Wejangan yang memberikan motivasi spiritual, panduan khusus, panduan ibadah dan pendidikan sosial agar kita sebagai umat Islam siap secara lahiriah dan batiniah dalam menyambut bulan penuh Rahmah, yakni Bulan Ramadhan. Hal ini disampaikan Ustadz Sumarhum, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, saat di Mutiara Pagi RRI, Kamis, 12 Februari 2026.
“Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda, wahai manusia, sesungguhnya telah menaungi kamu bulan yang agung dan penuh berkah. Bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Pada bulan itu, Allah menjadikan puasanya sebagai suatu kewajiban dan qiyam atau shalat di malam harinya sebagai ibadah sunnah. Siapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebajikan, maka nilainya sama dengan mengerjakan kewajiban di bulan lain,” katanya menjelaskan.
Sumarhun menambahkan, siapa yang mengerjakan suatu kewajiban dalam bulan Ramadhan tersebut, maka sama dengan menjalankan tujuh puluh kewajiban di bulan lain. Ramadhan itu adalah bulan kesabaran, sedangkan ketabahan dan kesabaran, balasannya adalah surga.
Dalam hadits yang sama diterangkan bahwa Ramadhan adalah bulan pertolongan, pada bulan itu rezeki orang-orang Mukmin ditambah. Siapa yang memberikan makanan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa di bulan itu, maka ia akan diampuni dosanya, dibebaskan dari api neraka. Orang itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tersebut. Sedangkan pahala puasa bagi orang yang melakukannya, tidak berkurang sedikitpun.
“Di saat yang sama pula kenudian ada sahabat bertanya Wahai Rasulullah, kami tidak semua memiliki makanan untuk berbuka bagi orang lain, Rasulullah kemudian menjawab Allah memberikan pahala kepada orang yang memberikan sebutir kurma, atau seteguk air, atau seteguk susu. Artinya bahwa tidak perlu banyak untuk nersedekah, tapi semampunya asalkan ikhlas,” kata Sumarhum menerangkan.
Dialah Ramadhan, bulan yang permulaannya dipenuhi dengan rahmat, periode pertengahannya dipenuhi dengan ampunan dan maghfirah, pada periode terakhirnya merupakan pembebasan manusia dari azab neraka. Barang siapa yang meringankan beban pekerjaan pembantu-pembantu rumah tangganya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan membebaskannya dari api neraka
Oleh karena itu dalam bulan Ramadhan, hendaknya bisa meraih empat bagian. Dua bagian pertama untuk memperoleh ridha Allah dan dua bagian lain adalah sesuatu yang diinginkan atau di dambakan. Dua bagian yang pertama ialah bersaksi dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan hendaklah memohon ampunan kepada-Nya. Dua bagian yang kedua yaitu memohon (dimasukkan ke dalam) surga dan berlindung dari api neraka. Siapa yang memberi minuman kepada orang yang berpuasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari telagaku, suatu minuman yang seseorang tidak akan merasa haus dan dahaga lagi sesudahnya, sehingga ia masuk ke dalam surga
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....