Meutya Hafid Ajak Media Jaga Mutu Informasi Digital

  • 07 Feb 2026 06:15 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengingatkan pentingnya peran media dalam menjaga kualitas informasi publik di tengah arus digitalisasi yang kian cepat. Menurutnya, derasnya konten di ruang digital menuntut insan pers untuk tetap berpijak pada nilai-nilai jurnalistik.

Ia menegaskan bahwa kecepatan penyampaian berita seharusnya tidak mengorbankan ketelitian, empati, dan tanggung jawab sosial. Informasi yang disajikan media, kata Meutya, memiliki dampak besar terhadap cara publik—terutama generasi muda—memahami realitas.

Pesan tersebut disampaikan Meutya saat menghadiri Diskusi Film “3 Wajah Roehana Koeddoes”. Film ini mengangkat sosok Roehana Koeddoes, jurnalis perempuan pertama Indonesia yang juga dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Dalam paparannya, Meutya menyoroti risiko jurnalisme yang terlalu mengejar kecepatan tanpa kedalaman. Produksi berita yang minim empati dan verifikasi dinilai dapat memicu lahirnya konten emosional, menyesatkan, dan merusak kualitas ruang informasi.

Ia juga menekankan bahwa kebebasan pers sejak awal tidak dimaksudkan untuk merendahkan martabat manusia maupun mengikis nilai budaya bangsa. Tantangan di era digital, menurutnya, semakin kompleks karena ruang publik kini dipenuhi konten yang tidak selalu mendidik.

Meutya mengingatkan bahwa semangat yang diperjuangkan Roehana Koeddoes sejak 1911 masih relevan hingga kini. Pers, katanya, lahir sebagai sarana pendidikan dan pembebasan, bukan sekadar alat untuk mengejar sensasi atau viralitas.

Menjelang peringatan Hari Pers Nasional, Meutya mengajak media untuk kembali menjadikan data, empati, dan tanggung jawab sosial sebagai fondasi utama kerja jurnalistik. Dengan demikian, ruang digital Indonesia diharapkan tetap sehat, beradab, dan mampu melindungi kepentingan publik. (RIA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....