Meski Jadul, Kerupuk Rentengan Tetap Diminati

  • 05 Feb 2026 08:36 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep: Di tengah maraknya jajanan modern dan camilan impor, kerupuk rentengan merupakan camilan tradisional khas Indonesia, ternyata masih bertahan dan diminati oleh berbagai kalangan masyarakat. Kerupuk yang disusun memanjang seperti rantai ataupun dengan disusun dengan berbagai bentuk rentengan lainnya tetap mudah ditemui di pasar tradisional, warung kecil, hingga pedagang keliling di sejumlah daerah.

Kerupuk rentengan dikenal dengan bentuknya yang unik dan cara penyajiannya yang sederhana. Biasanya digoreng menggunakan minyak panas hingga mengembang, kerupuk ini memiliki rasa gurih yang khas dan tekstur renyah. Harganya yang terjangkau menjadi salah satu alasan utama camilan ini masih digemari, terutama oleh anak-anak dan masyarakat menengah ke bawah.

Salah satu penjual kerupuk ini, Sehra (50), mengaku penjualan kerupuk rentengan masih stabil. “Pembelinya memang tidak sebanyak dulu, tapi masih ada saja yang mencari. Biasanya untuk lauk makan atau camilan sore,” ujarnya, Kamis, 5 Pebruari 2026.

Menurutnya, pelanggan setia kerupuk rentengan umumnya berasal dari kalangan orang tua yang sudah terbiasa mengonsumsi camilan tersebut sejak kecil.

Tak hanya bernostalgia, generasi muda pun mulai melirik kembali kerupuk rentengan sebagai bagian dari kekayaan kuliner lokal. Beberapa pelaku usaha bahkan melakukan inovasi dengan menambahkan varian rasa seperti pedas, bawang, atau balado, serta mengemasnya dengan tampilan yang lebih menarik tanpa meninggalkan ciri khas aslinya.

Kerupuk rentengan menunjukkan bahwa makanan tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat. Selama harganya terjangkau dan rasanya konsisten, kerupuk tradisional seperti kerupuk rentengan akan tetap bertahan.

Keberadaan kerupuk rentengan bukan sekadar soal makanan, tetapi juga bagian dari identitas budaya dan ingatan kolektif masyarakat. Di tengah arus modernisasi, camilan sederhana ini menjadi tradisi kuliner lokal masih mampu bertahan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....