Jangan Pernah Bosan Berdoa Dan Berdzikir

  • 05 Feb 2026 08:32 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep : Penting untuk disampaikan dan terus diingatkan supaya kita jangan pernah bosan berdoa dan berdzikir. Sebab, dalam keseharian banyak orang yang sering lupa pada hal penting tersebut. Bahkan terkadang sering muncul keputusasaan dan su’udzon kepada Allah SWT dan itu adalah sebuah musibah.

Maka kita perlu belajar betapa pentingnya berdoa ini, jangan sampai kita merasa bosan untuk bedoa. Sebab berdoa bukan hanya sebagai sebuah permintaan atau permohonan tetapi juga merupakan sebuah kekuatan. Hal itu telah dilakukan oleh para Nabi dan Rasul bahkan Nabi kita Muhammad SAW sebagai makhluk yang paling dicintai dan paling dekat dengan Allah SWT, dalam kondisi apapun beliau selalu berdoa dan berdzikir kepada Allah SWT. Karena berdoa dan berdzikir sudah menjadi  kebutuhan bagi orang-orang yang jiwanya sudah tersambung dengan Allah SWT. Jangan sampai putus doa dan dzikir kita, karena apabila ada yang beranggapan hal itu sia-sia, maka salah besar.

Hal tersebut disampaikan oleh Ustad Ahmad Hudaifah, Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Sumenep. Menurutnya, dalam beberapa ayat Al Qur’an, Allah SWT berfirman yang artinya : Allah itu dekat dengan kita jika kita berdoa dan meminta pasti akan dikabulkan. Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman yang artinya : wahai manusia engkau adalah orang yang fakir tidak punya apa-apa yang butuh kepadaKU. Oleh karena itu dalam kondisi apapun sebenarnya kita ini butuh kepada Allah SWT dan jangan sampai berhenti berdoa.

Ustad Hudaifah mengatakan ada yang menarik dari beberapa ayat Al Qur’an yang menjelaskan bagaimana butuhnya para Nabi kepada Allah SWT. Misalnya saat Nabi Zakaria yang tidak pernah bosan berdoa kepada Allah SWT meskipun beliau sudah renta namun ia tetap berdoa. Dalam beberapa riwayat disebutkan Nabi Zakaria dan istrinya baru dikaruniai keturunan pada usia 90 tahun. Artinya bahwa Allah SWT baru mengabulkan doa Nabi Zakaria setelah berpuluh-puluh tahun. Dan nabi Zakaria selama itu tidak pernah bosan dan lelah untuk terus berdoa kepada Allah SWT hingga dikabulkan.

"Supaya doa kita lebih cepat dikabulkan, kata ustad Hudaifah harus memperhatikan pemilihan tempat, waktu dan tidak tergesa-gesa dalam berdoa. Untuk waktu berdoa, yang dianjurkan adalah antara waktu adzan dan iqomah, sesudah solat wajib, pada saat hujan turun, saat didzolimi, saat menjalani safar, saat berpuasa dan di sepertiga malam. Misal di saat hujan turun, bersegeralah ambil wudhu, laksanakan solat (jika memungkinkan) dan duduklah berdoa meminta pada Allah SWT," ujaenya 

Ustad Hudaifah berpesan, belajar dari apa yang dialami oleh pada Nabi dan Rasul tentang kesabaran dan keyakinannya dalam berdoa kepada Allah SWT. Betapa ingin kita bertemu kelak dengan Allah SWT . Dan saat kita bertemu dengan Allah SWT kelak, betapa bahagianya sebab kita dapat membuktikan dzikir dan doa-doa kita yang tidak pernah berhenti di dunia kepada Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....